back to top

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

Emitentrust.com – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

Berdasarakan laporan keuangan yang berakhir 31 Desember 2025 disebutkan lonjakan kerugian ini terutama dipicu oleh beban penurunan nilai (impairment) yang melonjak drastis hingga Rp7,35 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp356 miliar.

Dari sisi operasional, kinerja perseroan juga mengalami tekanan. Pendapatan usaha turun menjadi Rp16,27 triliun, dari sebelumnya Rp19,81 triliun. Penurunan ini berdampak pada laba kotor yang merosot menjadi Rp1,46 triliun, dari Rp2,63 triliun pada 2024.

Di saat yang sama, beban keuangan masih tinggi mencapai Rp2,13 triliun, sementara perseroan juga mencatatkan bagian rugi dari ventura bersama sebesar Rp151 miliar.

Meski demikian, perusahaan membukukan pendapatan lain-lain sebesar Rp3,17 triliun, yang sedikit meredam tekanan dari sisi operasional. Namun, besarnya beban impairment tetap menjadi faktor dominan yang menyeret kinerja ke zona merah.

Akibatnya, rugi sebelum pajak tercatat mencapai Rp7,73 triliun, dan setelah pajak menjadi Rp7,99 triliun.

Dari sisi neraca, total aset perseroan mengalami penurunan signifikan menjadi Rp42,98 triliun, turun sekitar 21,2% dibandingkan Rp54,53 triliun pada 2024. Penurunan ini sejalan dengan berkurangnya kas, piutang, serta persediaan.

Sementara itu, liabilitas juga turun menjadi Rp38,68 triliun dari Rp42,14 triliun. Namun, tekanan besar pada ekuitas terlihat jelas, yang anjlok menjadi hanya Rp4,30 triliun dari Rp12,39 triliun pada tahun sebelumnya.

Penurunan ekuitas ini mencerminkan akumulasi kerugian yang signifikan, terutama dari rugi tahun berjalan yang besar.

Dari sisi arus kas, kas bersih dari aktivitas operasi masih positif sebesar Rp923,9 miliar, namun menurun tajam dibandingkan Rp3,7 triliun pada 2024. Kas dan setara kas akhir tahun pun turun menjadi Rp2,89 triliun.

Artikel Terkait

Direktur Amman Mineral Mulai Borong Saham AMMN, Nilainya Tembus Rp4,53M, Ada Apa?

Direktur PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), Anthony Robert Mathias, pertama kali melakukan aksi beli saham Perseroan sebanyak 1.413.600 lembar melalui serangkaian transaksi pada 1-2 Juli 2026.

Jasa Marga (JSMR) Suntik Dua Anak Usaha Tol Rp362M, Kenapa?

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) menyalurkan fasilitas Shareholder Loan senilai total Rp362 miliar kepada dua anak usahanya, yakni PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) dan PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB). Transaksi tersebut dilaksanakan pada 30 Juni 2026

ELPI Dirikan Bisnis Jasa Offshore di Singapura

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) resmi memperluas ekspansi internasional dengan mendirikan entitas anak baru di Singapura bernama Elpi Samudra Offshore

Populer 7 Hari

Berita Terbaru