Emitentrust.com – Bank Mandiri terus mempertegas posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan nasional. Hal ini tercermin dari penyaluran kredit infrastruktur yang mencapai Rp491,63 triliun hingga Februari 2026, atau tumbuh 30,8% secara tahunan (yoy).
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan bahwa komitmen tersebut sejalan dengan fokus pemerintah yang menjadikan sektor infrastruktur sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi.
“Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional melalui pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (7/4).
Pertumbuhan kredit ini menunjukkan peran aktif Bank Mandiri dalam memperkuat konektivitas, memperluas pemerataan ekonomi, serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Pembiayaan tersebut menjangkau berbagai subsektor strategis, mulai dari transportasi, energi, listrik, telematika, perumahan rakyat, hingga konstruksi.
Secara rinci, subsektor transportasi menjadi kontributor terbesar dengan nilai pembiayaan mencapai Rp118,03 triliun, tumbuh 18,45% yoy. Sementara itu, subsektor konstruksi mencatat lonjakan tertinggi dengan pertumbuhan signifikan 178,19% yoy menjadi Rp85,84 triliun.
Di sisi lain, pembiayaan sektor jalan meningkat 11,08% menjadi Rp54,84 triliun, sedangkan subsektor telematika tumbuh 12,61% menjadi Rp44,34 triliun.
Menurut Riduan, penyaluran kredit ini merupakan bukti nyata sinergi antara sektor keuangan dan sektor riil dalam menopang pembangunan nasional. Proyek-proyek yang dibiayai mencakup pembangunan jalan tol, pelabuhan, hingga jaringan kereta api yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi.
Ke depan, Bank Mandiri optimistis prospek sektor infrastruktur tetap cerah, seiring berlanjutnya berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Perseroan juga akan terus memperkuat peran melalui berbagai skema pembiayaan, termasuk sindikasi dan pembiayaan berkelanjutan.
Dengan dukungan jaringan luas dan kapabilitas pembiayaan yang solid, Bank Mandiri menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan ekonomi Indonesia menuju kesejahteraan yang lebih merata.


