Emitentrust.com – – Emiten batu bara Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) menghadapi potensi tekanan kinerja pada tahun buku 2026. Hal ini menyusul keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menetapkan volume produksi lebih rendah dari target yang diajukan perseroan.
Dalam keterbukaan informasi tertanggal 6 April 2026, manajemen mengungkapkan bahwa anak usaha KKGI, Insani Baraperkasa, sebelumnya mengusulkan target produksi sebesar 4 juta metrik ton (MT) batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Namun, realisasi yang disetujui pemerintah hanya sebesar 2.248.398 MT.
Direktur KKGI, Agoes Soegiarto, menyatakan bahwa penurunan kuota ini berpotensi menekan kinerja keuangan perseroan secara signifikan.
“Volume produksi yang disetujui lebih rendah dibandingkan dengan yang diajukan dalam RKAB,” ujarnya.
Karena laporan keuangan anak usaha dikonsolidasikan ke induk, penurunan produksi tersebut akan berdampak langsung pada pendapatan dan operasional perusahaan. Dengan asumsi harga batu bara saat ini, KKGI memperkirakan potensi penurunan pendapatan bisa melampaui 20% dibandingkan proyeksi awal berbasis target 4 juta MT.
Situasi ini memaksa perseroan untuk bersiap melakukan langkah antisipatif. Manajemen menyebut akan menggenjot efisiensi operasional guna menahan tekanan terhadap kinerja keuangan.
Selain itu, KKGI menegaskan komitmennya untuk tetap mematuhi seluruh regulasi yang berlaku serta menjaga transparansi kepada investor dan publik.


