back to top

Publik Kuasai 66%, Siapa Tan Heng Lok Penerima Manfaat Akhir MKNT?

Emitentrust.com – Porsi saham publik (free float) PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk melonjak dominan hingga 66,11%, menjadikannya salah satu emiten dengan distribusi saham paling luas di pasar.

Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 28 Februari 2026, jumlah saham free float MKNT mencapai 3,63 miliar saham dari total 5,5 miliar saham yang tercatat di Bursa.

Besarnya porsi publik ini mencerminkan struktur kepemilikan yang sangat tersebar, jauh berbeda dibanding banyak emiten lain yang masih didominasi satu pengendali kuat.

Pemegang saham terbesar tercatat hanya menggenggam porsi minoritas, yakni: Monjess Investama PT (22,63%), PT Sun International (6,25%) dan KPD Simas Equity (5,01%).

Tidak ada satu pun pihak yang memegang saham mayoritas, sehingga struktur kepemilikan MKNT cenderung terfragmentasi.

Adapun Tan Heng Lok tercatat sebagai penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dalam struktur kepemilikan perseroan.

Menariknya, seluruh jajaran direksi dan komisaris tidak memiliki saham, sehingga seluruh free float benar-benar berasal dari investor publik.

Selain itu, tidak terdapat saham treasuri, saham dalam status blokir, maupun pembatasan lock-up, yang membuat saham MKNT tergolong sangat “bebas” di pasar.

Dari sisi investor, jumlah pemegang saham tercatat stagnan di 7.382 investor, tanpa perubahan dibandingkan periode sebelumnya—berbeda dengan tren penurunan di banyak emiten lain.

Manajemen menegaskan bahwa seluruh perhitungan free float telah sesuai dengan ketentuan Bursa Efek Indonesia.

Perlu diketahui saham MKNT diperdagangkan di papan pemantauan khusus atau FCA pada harga Rp1.

Artikel Terkait

Catat! Ini Jadwal Cum Dividen PGAS Rp125,60 per Lembar

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar USD172,29 juta atau setara 80% dari laba bersih tahun buku 2025

BTN Teken Pengalihan Kredit SMBC Rp20T, Perkuat Beyond Mortgage

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah menandatangani dua perjanjian pengalihan atas kredit pensiunan, kredit pra pensiunan, dan kredit karyawan aktif pegawai BUMN

Komut Mundur! PYFA Akan Gelar RUPS Susun Pengurus Baru

PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mengumumkan pengunduran diri Robby Yulianto dari jabatan Komisaris Utama Perseroan. Pengunduran diri tersebut efektif sejak surat pengunduran dirinya diterima Perseroan pada 20 Mei 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru