back to top

Di Balik BSDE, Jejak Sinarmas & Sosok UBO Mulai Terbuka

EmitenTrust.com – Free float saham properti grup Simarmas, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), terpantau menyusut tipis per Maret 2026, di tengah kuatnya cengkeraman pemegang saham pengendali.

Di balik itu, peta ultimate beneficial owner (UBO) kembali terbuka dan menunjukkan bahwa kendali korporasi masih terkonsentrasi pada segelintir pihak.

Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE), porsi free float BSDE kini berada di level 27,41% atau sekitar 5,80 miliar saham, turun dari sebelumnya 27,50%. Penurunan ini sejalan dengan berkurangnya kepemilikan publik non-warkat.

Meski secara kasat mata kepemilikan publik masih di kisaran 30,26% (6,40 miliar saham), namun setelah disesuaikan dengan ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI)—yang mengecualikan saham milik pengendali, afiliasi, dan manajemen angka free float efektif turun ke level 27,41%.

Struktur kepemilikan BSDE masih dikuasai dua entitas besar yaitu PT Paraga Arta Mida: 40,35% dan PT Ekacentra Usahamaju: 25,63%

Keduanya menjadi tulang punggung kendali saham BSDE, mempertegas bahwa ruang gerak publik masih relatif terbatas.

Yang menarik, laporan ini juga mengungkap figur pemilik manfaat akhir yaitu Ferdinand Sadeli dari PT Paraga Arta Mida dan Franciscus Xaverius R.D dari PT Ekacentra Usahamaju

Selain itu, keterkaitan dengan grup besar juga makin jelas. Entitas induk Sinarmas Land Ltd. tetap tercatat sebagai pemegang saham, dengan pengendali yang ditunjuk yakni Margaretha Natalia Widjaja.

Di sisi lain, kepemilikan oleh jajaran manajemen tergolong sangat kecil, Michael J.P. Widjaja pegang 0,06% dan Muktar Widjaja memiliki 0,5%. Hal ini semakin menegaskan bahwa kendali utama tetap berada pada entitas pemegang saham besar.

Menariknya, di tengah penurunan free float, jumlah investor justru naik dari 28.395 menjadi 29.009. Ini mencerminkan bahwa minat pasar terhadap BSDE masih cukup solid, meski ruang likuiditas saham sedikit tertekan.

Artikel Terkait

IHSG Tutup Akhir Pekan Bergairah! KLBF dan TLKM Pimpin LQ45

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (17/7/2026), di zona hijau. IHSG menguat 67,32 poin atau 1,10% ke level 6.175,53, didorong penguatan mayoritas sektor serta aksi beli pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

MSCI Ubah Aturan Saham Extreme Price Increase, Berlaku Mulai Review Agustus 2026

Penyedia indeks global MSCI Inc. mengumumkan perubahan metodologi penyaringan saham yang mengalami Extreme Price Increase (EPI).

KREN Kantongi Restu Buyback Saham Rp50M

PT Quantum Clovera Investama Tbk. (KREN) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp50 miliar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru