Emitentrust.com – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) emiten Prajogo Pangestu akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 24 Juni 2026 pukul 14.00 WIB di Wisma Barito Pacific II, Ruang Auditorium Lantai Mezzanine, Jakarta Barat.
Berdasarkan pemanggilan RUPS yang disampaikan perseroan pada Selasa (2/6) disebutkan, rapat akan membahas enam mata acara, termasuk persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, penggunaan laba bersih, serta penunjukan akuntan publik dan/atau kantor akuntan publik untuk tahun buku berjalan.
Selain itu, pemegang saham juga akan dimintai persetujuan terkait penetapan remunerasi bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2026. Agenda lainnya mencakup perubahan dan pengangkatan kembali anggota Direksi maupun Dewan Komisaris perseroan.
BREN juga akan menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana kepada para pemegang saham dalam rapat tersebut.
Adapun pemegang saham yang berhak hadir atau diwakili dalam RUPS adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 29 Mei 2026.
Sebagai informasi, Sebelumnya PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) pernah membagikan dividen interim tahun buku 2023 senilai Rp 523,41 miliar. Padahal, perseroan baru melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) terhitung sejak 10 Oktober 2023.
Sebagai informasi PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sepanjang 2025 membukukan laba bersih sebesar US$165 juta (setara dengan sekitar Rp2,8 triliun). Angka ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 6,5% hingga 8,3% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan perolehan laba bersih di tahun 2024.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) pernah memutuskan untuk membagikan dividen atas laba bersih tahun buku 2024 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu (18/6).
Perseroan menyetujui pembagian dividen sebesar US$ 31,75 juta. Namun karena alokasi dividen tersebut telah dibagikan sebagai dividen interm pada Desember 2024. Sehingga BREN tidak melakukan pembagian dividen lagi. Sisa laba bersih diputuskan untuk menjadi cadangan dan laba ditahan.


