Emitentrust.com – Struktur kepemilikan saham PT Petrosea Tbk (PTRO) kian terkonsentrasi. Per Maret 2026, free float perseroan tercatat turun menjadi 27,78%, Di balik itu, peta pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) juga semakin jelas dengan dominasi taipan besar.
Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE), jumlah saham free float PTRO tercatat 2,80 miliar saham atau 27,78%, turun signifikan dari sebelumnya 29,16%. Penurunan ini terjadi seiring berkurangnya saham publik efektif setelah penyesuaian terhadap kepemilikan afiliasi dan pihak terkait.
Struktur kepemilikan PTRO masih didominasi dua pemegang saham besar. PT Kreasi Jasa Persada menguasai 45,33% saham, sementara PT Caraka Reksa Optima menggenggam 24,45%. Kombinasi keduanya membuat lebih dari 69% saham berada di tangan dua entitas ini saja.
Prajogo Pangestu tercatat sebagai pemilik manfaat akhir dari PT Kreasi Jasa Persada menjadikannya pengendali utama PTRO.
Sementara itu, PT Caraka Reksa Optima dikaitkan dengan pemilik manfaat bernama Hapsoro, memperkuat dominasi kelompok investor besar dalam struktur perusahaan.
Di sisi lain, kepemilikan manajemen relatif sangat kecil. Jajaran direksi hanya memegang saham minor, seperti Michael (0,02%) dan Kartika Hendrawan (0,02%), menunjukkan kontrol operasional tidak sejalan dengan kepemilikan saham signifikan.
Jumlah investor tercatat relatif stabil, dari 96.326 menjadi 96.266 pemegang saham, menandakan tidak ada perubahan besar dari sisi partisipasi publik.


