Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia mengungkapkan pipeline pasar modal hingga 10 April 2026 masih cukup ramai, meski realisasi pencatatan saham baru masih terbatas di awal tahun.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Gede Nyoman Yetnamenjelaskan tercatat, baru 1 perusahaan yang melantai di BEI sepanjang 2026 dengan dana dihimpun sekitar Rp0,30 triliun. Namun, di balik itu, terdapat 15 perusahaan yang saat ini masih berada dalam antrean (pipeline) untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO).
Mayoritas calon emiten tersebut berasal dari perusahaan dengan skala besar. Berdasarkan klasifikasi aset, sebanyak 11 perusahaan memiliki aset di atas Rp250 miliar, sementara 4 perusahaan berada di kategori menengah dengan aset Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.
Dari sisi sektor, pipeline IPO didominasi sektor healthcare (4 perusahaan), disusul sektor consumer non-cyclicals (3 perusahaan), serta consumer cyclicals, infrastruktur, dan teknologi yang masing-masing menyumbang beberapa kandidat emiten baru.
Tak hanya saham, aktivitas penghimpunan dana melalui obligasi juga masih aktif. Hingga saat ini, telah diterbitkan 50 emisi obligasi dan sukuk dari 33 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan total dana mencapai Rp55,20 triliun.
Sementara itu, terdapat 40 emisi dari 28 penerbit yang masih berada dalam pipeline obligasi. Sektor keuangan mendominasi antrean ini dengan porsi terbesar, diikuti sektor infrastruktur dan energi.
Dari sisi aksi korporasi, sepanjang 2026 telah terdapat 3 perusahaan yang menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp3,75 triliun. Selain itu, masih ada 1 perusahaan dari sektor properti dan real estate yang berada dalam pipeline rights issue.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun realisasi IPO masih terbatas di awal tahun, minat perusahaan untuk masuk pasar modal tetap tinggi, baik melalui saham, obligasi, maupun aksi korporasi lainnya.


