Emitentrust.com – Emiten jasa pertambangan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) tercatat memiliki free float jumbo hingga 62,19% per Maret 2026. Namun di balik angka besar tersebut, nama konglomerat tambang masih membayangi.
Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek terbaru, free float DEWA meningkat dari 60,56% menjadi 62,19%, setara dengan 26,94 miliar saham publik. Lonjakan ini mempertegas bahwa mayoritas saham kini beredar di publik.
Namun, menariknya, di balik sebaran kepemilikan tersebut, nama Nirwan Dermawan Bakrie masih tercatat sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner).
Meski publik menguasai lebih dari separuh saham, struktur kepemilikan DEWA menunjukkan pola yang tidak sepenuhnya terfragmentasi.
Sejumlah investor institusi global masih menggenggam porsi signifikan, antara lain:
CIMB Securities: 6,38%
Goldwave Capital Limited: 9,38%
Zurich Asset International: 6,18%
PT Andhesti Tungkas: 7,81%
Sementara itu, satu perubahan mencolok terjadi pada PT CGS International yang sebelumnya menggenggam 5,53% saham, kini tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham.
Di sisi lain, saham treasuri DEWA tetap stabil di level 4,03%, menunjukkan belum adanya aksi korporasi lanjutan terkait buyback.
Ironisnya, di tengah kenaikan free float, jumlah investor justru mengalami penurunan.
Jumlah pemegang saham (SID) turun dari 205.563 menjadi 202.813 investor, atau berkurang sekitar 2.750 investor dalam sebulan.


