back to top

Pefindo Beber Peringkat Surat Utang MBMA yang Beredar

Emitentrust.com – PEFINDO menegaskan peringkat idA atas PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan obligasi yang telah diterbitkan serta peringkat idA(sy) atas sukuk yang telah diterbitkan. Prospek untuk peringkat perusahaan adalah stabil.

Peringkat mencerminkan kegiatan usaha MBMA yang terintegrasi secara vertikal, sinergi yang kuat dengan grup dan mitra strategis, serta cadangan dan sumber daya tambang yang memadai. Namun, peringkat dibatasi oleh risiko pengembangan proyek-proyek baru dan paparan terhadap fluktuasi harga nikel.

Peringkat dapat dinaikkan jika MBMA memperkuat diversifikasi bisnisnya, termasuk dengan menambah proyek-proyek hilir di rantai nilai bahan baku baterai kendaraan bermotor listrik. Peringkat juga dapat dinaikkan jika MBMA sukses menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi dan meningkatkan margin laba dari proyek-proyeknya daripada yang telah diproyeksikan, yang akan berdampak positif bagi profil keuangan MBMA secara berkelanjutan.

Namun, peringkat dapat diturunkan jika Perusahaan menghasilkan pendapatan dan margin laba yang lebih rendah dari yang telah diproyeksikan akibat ketidakmampuan entitas-entitas operasi Perusahaan untuk mencapai kinerja yang telah diproyeksikan atau akibat dari penurunan harga nikel yang signifikan.

Peringkat juga dapat diturunkan jika MBMA menambah utang yang substansial untuk membiayai proyek-proyek baru tanpa diimbangi oleh pendapatan atau EBITDA yang lebih tinggi

MBMA adalah perusahaan induk dari beberapa entitas yang beroperasi di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan Konawe. Perusahaan memiliki tiga smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), satu konverter nickel matte, operasi Acid Iron Metal (AIM), serta tambang nikel. MBMA juga memiliki penyertaan modal pada pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL) di IMIP.

Per 31 Desember 2025, pemegang saham Perusahaan adalah PT Merdeka Energi Nusantara (50,04%), Huayong International (Hong Kong) Limited (7,55%), PT Alam Permai (5,46%), Winato Kartono (2,03%), Anthony Kartono Tan (0,01%), dan publik (34,91%).

Artikel Terkait

Market Cap BEI Melonjak 7,18%, Tembus Rp13.189T Dalam Sepekan

Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan perdagangan periode 13—17 April 2026 mencatat Kapitalisasi pasar melonjak 7,18% menjadi Rp13.189 triliun dari sebelumnya Rp12.305 triliun.

BEI Layangkan Surat ke Emiten Grup Bakrie (DEWA)

Bursa Efek Indinesia (BEI) melayangkan surat ke Darma Henwa Tbk (DEWA) terkait kabar rencana penawaran umum perdana saham (IPO) anak usahanya PT Gayo Mineral Resources (GMR),

IHSG Bangkit di Akhir Pekan, Reli Sepekan Tembus 2% Lebih

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada penutupan perdagangan akhir pekan Jumat (17/4/2026), setelah sempat tertekan dalam dua hari sebelumnya. IHSG ditutup menguat 12,62 poin atau 0,17% ke level 7.634,00.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru