Emitentrust.com – PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,05 miliar sepanjang 2025, turun sekitar 31% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp1,52 miliar.
Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Rabu (15/4) disebutka penurunan laba ini sejalan dengan melemahnya pendapatan perseroan yang tercatat sebesar Rp72,16 miliar, atau turun signifikan 37,2% secara tahunan (yoy) dari sebelumnya Rp114,86 miliar.
Meski masih membukukan laba, tekanan terlihat dari sisi operasional. Laba bruto tercatat sebesar Rp17,93 miliar, turun dari Rp24,67 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, beban usaha yang masih cukup besar turut menekan kinerja, meskipun mengalami penurunan.
Dari sisi profitabilitas, laba sebelum pajak tercatat hanya Rp1,20 miliar, mencerminkan margin yang semakin tipis di tengah penurunan pendapatan dan beban keuangan.
Namun demikian, perseroan tidak mencatatkan defisit. Saldo laba ditahan (retained earnings) justru meningkat menjadi Rp12,99 miliar, dari sebelumnya Rp8,03 miliar, menunjukkan posisi ekuitas yang masih solid.
Total ekuitas juga naik menjadi Rp172,07 miliar, dari Rp169,09 miliar pada 2024. Sementara itu, total liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp36,74 miliar, turun dari Rp40,12 miliar.
Di sisi neraca, total aset relatif stabil di kisaran Rp208,81 miliar, dengan kontribusi terbesar berasal dari aset tetap dan uang muka pembelian.
Sementara itu, arus kas dari aktivitas operasi melonjak signifikan menjadi Rp39,53 miliar, berbalik dari posisi negatif pada tahun sebelumnya. Hal ini menjadi sinyal positif dari sisi kualitas operasional perseroan.


