back to top

UBS Tampung Saham ZINC! Kepemilikan Tiba-Tiba Tembus 5%

Emitentrust.com – Investor institusi global, UBS AG (London), tercatat meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) hingga melampaui ambang batas 5%.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham tertanggal 15 April 2026, UBS sebelumnya memiliki 919,01 juta saham atau setara 3,64% hak suara.

Setelah transaksi, kepemilikan meningkat menjadi 1,29 miliar saham atau setara 5,15%.

Penambahan kepemilikan ini berasal dari transaksi tidak langsung sebanyak 380,46 juta saham yang terjadi pada 2 April 2026. Transaksi tersebut dilakukan dalam rangka konsolidasi saham klien ke dalam UBS.

Aksi ini bukan merupakan upaya pengendalian, melainkan bagian dari aktivitas kustodian dan pengelolaan aset nasabah.

UBS juga menegaskan tidak terdapat perubahan status pengendali dalam struktur kepemilikan perseroan.

Selain UBS AG London, konsolidasi ini juga melibatkan entitas dalam grup seperti Credit Suisse International, Credit Suisse Securities (Europe) Limited, UBS AG Hong Kong, UBS AG Singapore Branch, serta UBS Switzerland AG.

Seperti diketahui saham ZINC disuspensi BEI di seluruh Pasar sejak Sesi I Periodic Call Auction pada Kamis, 2 April 2026 hingga pengumuman Bursa lebih lanjut.

PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) merupakan perusahaan pertambangan dan perdagangan yang fokus pada pertambangan batu bara.

Perusahaan ini didirikan pada tahun 2005 dan awalnya menambang bijih besi, namun beralih ke Galena (PbS) pada tahun 2014. Galena diolah menjadi timbal, seng, dan perak.

Artikel Terkait

Wadirut Bank Jatim (BJTM) Serok 1 Juta Saham Harga Pasar

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) menyampaikan bahwa Wakil Direktur Utama Arief Wicaksono, tercatat menambah kepemilikan sahamnya

BEI Akhirnya Bekukan Saham ADCP

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) di seluruh pasar mulai sesi pra-pembukaan perdagangan Selasa, 9 Juni 2026

Outlook ADHI Jadi Negatif, Pefindo Beber Penyebabnya

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menegaskan peringkat kredit PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) pada level idA- sekaligus mempertahankan peringkat Obligasi Berkelanjutan III

Populer 7 Hari

Berita Terbaru