Emitentrust.com- PT Multipolar Tbk (MLPL) emiten grup Lippo resmi mengumumkan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan digelar pada 13 Mei 2026.
Dalam keterbukaan informasi Selasa (21/4), manajemen MLPL menyampaikan bahwa RUPST akan dilaksanakan secara hybrid, yakni secara fisik di Hotel Aryaduta Lippo Village, Tangerang, serta secara elektronik melalui platform eASY.KSEI.
Sejumlah agenda strategis akan dibahas dalam rapat tersebut. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025, yang membuka peluang pembagian dividen kepada pemegang saham.
Selain itu, Perseroan juga akan meminta persetujuan atas laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan 2025, serta penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk audit tahun buku 2026.
Agenda penting lainnya adalah rencana perubahan dan/atau pernyataan kembali susunan Direksi dan Dewan Komisaris, yang berpotensi membawa perubahan arah strategis perusahaan ke depan.
Tak hanya itu, Multipolar juga akan membahas penyesuaian Anggaran Dasar, termasuk perubahan terkait klasifikasi usaha (KBLI) seiring penerapan regulasi terbaru mengenai perizinan berbasis risiko.
Perseroan juga akan menyampaikan laporan penggunaan dana hasil penawaran umum kepada para pemegang saham sebagai bentuk transparansi.
Seperti diketahui, PT Multipolar Tbk (MLPL) membukukan rugi bersih sebesar Rp156,4 miliar pada tahun buku 2025. Hasil ini berbalik drastis dari laba bersih Rp142,83 miliar yang diraih pada tahun 2024, meskipun pendapatan bersih perusahaan mencapai Rp11,54 triliun pada 2025, naik tipis dari Rp11,39 triliun di tahun sebelumnya.
PT Multipolar Tbk (MLPL) pada RUPST 2024 memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2024, meskipun mencatatkan laba bersih sebesar Rp159,19 miliar. Keputusan ini disetujui dalam rapat umum pemegang saham karena saldo laba ditahan akan digunakan untuk kebutuhan lain.
Pada perdagangan hari ini Selasa (21/4) saham MLPL naik 0,94 persen di level Rp186. Dalam sebulan terakhir naik 12,6 persen. Dalam enam bulan justru drop 30 persen dari harga Rp154 pada21 Oktober 2025.


