Emitentrust.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengumumkan realisasi pencatatan instrumen BNI Additional Tier 1 (AT1) Perpetual Non-Cumulative Capital Securities 2026 sebagai bagian dari komponen Modal Inti Tambahan (Additional Tier-1) Perseroan.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (3/6), BBNI menyebutkan bahwa pencatatan realisasi penerbitan instrumen modal tersebut efektif per 31 Mei 2026.
Perseroan menjelaskan bahwa penerbitan instrumen Additional Tier 1 dilakukan sebagai bagian dari strategi penguatan struktur permodalan bank, khususnya pada komponen modal inti tambahan yang menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga tingkat permodalan dan ketahanan industri perbankan.
Instrumen Additional Tier 1 Perpetual Non-Cumulative Capital Securities merupakan instrumen permodalan yang memiliki karakteristik tanpa jatuh tempo (perpetual) dan dapat diperhitungkan sebagai modal inti tambahan sesuai ketentuan regulator perbankan.
Dengan bertambahnya komponen modal inti tambahan, BBNI diharapkan memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam mendukung ekspansi bisnis, penyaluran kredit, pengembangan layanan digital, serta menjaga rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) di tengah dinamika ekonomi dan pasar keuangan.
Manajemen BBNI menyampaikan bahwa informasi lebih rinci terkait realisasi penerbitan instrumen tersebut telah dituangkan dalam Surat Perseroan Nomor CSE/7/5142 tanggal 3 Juni 2026.


