back to top

BNI Tambah Amunisi Modal, Terbitkan Instrumen AT1 2026

Emitentrust.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengumumkan realisasi pencatatan instrumen BNI Additional Tier 1 (AT1) Perpetual Non-Cumulative Capital Securities 2026 sebagai bagian dari komponen Modal Inti Tambahan (Additional Tier-1) Perseroan.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (3/6), BBNI menyebutkan bahwa pencatatan realisasi penerbitan instrumen modal tersebut efektif per 31 Mei 2026.

Perseroan menjelaskan bahwa penerbitan instrumen Additional Tier 1 dilakukan sebagai bagian dari strategi penguatan struktur permodalan bank, khususnya pada komponen modal inti tambahan yang menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga tingkat permodalan dan ketahanan industri perbankan.

Instrumen Additional Tier 1 Perpetual Non-Cumulative Capital Securities merupakan instrumen permodalan yang memiliki karakteristik tanpa jatuh tempo (perpetual) dan dapat diperhitungkan sebagai modal inti tambahan sesuai ketentuan regulator perbankan.

Dengan bertambahnya komponen modal inti tambahan, BBNI diharapkan memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam mendukung ekspansi bisnis, penyaluran kredit, pengembangan layanan digital, serta menjaga rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) di tengah dinamika ekonomi dan pasar keuangan.

Manajemen BBNI menyampaikan bahwa informasi lebih rinci terkait realisasi penerbitan instrumen tersebut telah dituangkan dalam Surat Perseroan Nomor CSE/7/5142 tanggal 3 Juni 2026.

Artikel Terkait

Free Float INKP per Juni Turun, Cucu Pendiri Sinarmas Grup Jadi Pemilik Manfaat Akhir

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) melaporkan porsi saham free float perseroan per akhir Juni 2026 sebesar 40,06%, turun dari 40,22% pada bulan sebelumnya. Di saat yang sama, perseroan menegaskan Jackson Wijaya Limantara tetap

IHSG Melejit 1,41% di Sesi I, DEWA, CUAN, dan AMMN Jadi Bintang di LQ45

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi I Selasa (21/7/2026) di zona hijau dengan kenaikan 88,07 poin atau 1,41% ke level 6.319,85.

Mirae Asset Sebut Peluang Pasar Ditopang Valuasi dan Status MSCI

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai setelah fase rebound, arah pasar saham Indonesia pada semester II-2026 akan ditentukan oleh kondisi makroekonomi global, valuasi saham yang semakin menarik, serta tetap terjaganya status Indonesia sebagai Emerging Market dalam indeks MSCI.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru