Emitentrust.com – PT XL SMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Rapat akan dilaksanakan secara hybrid, yakni fisik di XLSMART Tower, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, serta secara elektronik melalui platform eASY.KSEI yang dikelola Kustodian Sentral Efek Indonesia.
Pelaksanaan RUPST ini mengacu pada regulasi Otoritas Jasa Keuangan, termasuk POJK No. 15/2020 dan POJK No. 14/2025 terkait penyelenggaraan RUPS secara elektronik.
Dalam pemanggilan resmi, Selasa (21/4) EXCL menetapkan tiga mata acara utama yang akan dibahas dan dimintakan persetujuan pemegang saham:
- Persetujuan Laporan Tahunan 2025
Pemegang saham akan diminta menyetujui laporan tahunan, termasuk laporan pengawasan Dewan Komisaris dan pengesahan laporan keuangan tahun buku 2025.
Agenda ini juga mencakup pemberian volledig acquit et de charge kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama 2025.
- Penunjukan Auditor Eksternal 2026
Perseroan akan mengusulkan penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026, berdasarkan rekomendasi Komite Audit.
- Penetapan Remunerasi Manajemen
Rapat juga akan membahas penetapan remunerasi bagi Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2026. Kewenangan penentuan besaran remunerasi akan dilimpahkan kepada Dewan Komisaris dan Komite Nominasi & Remunerasi sesuai anggaran dasar.
Sebagai Informasi PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) Sepanjang tahun 2025 hasil merger XL Axiata dan Smartfren, mencatat rugi bersih Rp4,43 triliun, berbalik dari laba bersih Rp1,82 triliun pada 2024.
Rugi ini terjadi akibat lonjakan beban 52,22% menjadi Rp43,58 triliun, meskipun pendapatan tumbuh 23,41% menjadi Rp42,44 triliun.
Pada RUPST 2024 sebelum merger dengan Smartfren PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) membagikan dividen tunai tahun buku 2024 dalam dua tahap.
Total dividen mencapai Rp2,89 triliun atau Rp159 per saham, disetujui dalam RUPSLB 21 November 2025, menyusul dividen sebelumnya Rp1,12 triliun (Rp85,7/saham) pada April 2025.


