Emitentrust.com – PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) berencana melakukan aksi korporasi besar dengan meningkatkan kepemilikan saham di kontraktor tambang PT Tambang Meranti Mulia Sejahtera (TMMS) dari 4,30% menjadi 99,00%.
Langkah ini akan ditempuh melalui dua skema, yakni penambahan setoran modal dan pembelian saham dari pemegang saham lama. Dalam tahap awal, HOPE akan mengambil bagian saham baru sebanyak 1 miliar lembar senilai Rp60 miliar, sehingga kepemilikan meningkat menjadi 21,57%.
Selanjutnya, Perseroan akan mengakuisisi 4,29 miliar saham milik pemegang saham lama dengan nilai transaksi sekitar Rp257,41 miliar. Dengan demikian, total nilai transaksi mencapai Rp317,42 miliar.
Aksi ini tergolong transaksi material karena nilainya setara 231,34% dari total ekuitas Perseroan. Selain itu, transaksi ini juga merupakan transaksi afiliasi karena adanya kesamaan pengendali dan jajaran manajemen antara HOPE dan TMMS.
Manajemen menyatakan, langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kontribusi TMMS terhadap kinerja Perseroan ke depan. TMMS sendiri bergerak di sektor kontraktor tambang dan penyewaan alat berat, dengan pendapatan mencapai Rp193,64 miliar pada 2025—jauh lebih besar dibandingkan pendapatan HOPE sebesar Rp40,48 miliar.
Secara kinerja, TMMS juga membukukan laba komprehensif sebesar Rp6,71 miliar, berbanding terbalik dengan HOPE yang masih mencatatkan rugi komprehensif sebesar Rp17,94 miliar.
Sebagai informasi TMMS bergerak dalam bidang kontraktor tambang dan penyewaan alat berat, perusahaan pertambangan, perdagangan komoditas, dan jasa stevedoring dan penyedia jetty.
Di mana usaha ini dibentuk untuk dapat mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan usaha pertambangan secara terintegrasi dengan konsep one stop solution, mulai dari pengupasan dan pemindahan lapisan penutup (overburden), penggalian, pengangkutan, persiapan infrastruktur sampai dengan reklamasi areal bekas tambang, salah satunya adalah penyewaan dump truck.
Melalui akuisisi ini, HOPE berharap tercipta sinergi bisnis, khususnya dalam penyediaan dan perawatan dump truck. Sebelumnya, kedua entitas telah menandatangani nota kesepahaman pada September 2025.
Sebagian dana hasil transaksi akan digunakan TMMS untuk membeli hingga 30 unit dump truck dari HOPE, yang diproyeksikan menjadi sumber pendapatan baru bagi Perseroan.
Sumber pendanaan aksi ini berasal dari kombinasi kas internal, perubahan penggunaan dana IPO, serta hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT I).
Perseroan menegaskan bahwa transaksi ini akan dimintakan persetujuan dalam RUPS serta RUPS Independen sesuai dengan ketentuan regulator.
Dengan akuisisi ini, HOPE berpotensi melakukan transformasi bisnis dari sektor karoseri menuju integrasi dengan industri pertambangan yang memiliki skala lebih besar.
Pada perdagangan hari ini saham HOPE terbang 15,07 persen ke level Rp290.


