Emitentrust.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus menutup perdagangan dengan pelemahan tipis pada Rabu (22/4/2026). IHSG turun 17,76 poin atau 0,24% ke level 7.541,61, meski mayoritas sektor sebenarnya bergerak di zona hijau.
Menariknya, tekanan terhadap indeks justru datang dari segelintir sektor. Hanya tiga sektor yang mengalami pelemahan, yakni sektor barang baku yang turun 0,68%, sektor energi melemah 0,16%, serta sektor properti yang terkoreksi tipis 0,03%.
Di sisi lain, delapan sektor lainnya mampu mencatatkan penguatan dan menahan penurunan IHSG agar tidak lebih dalam. Sektor transportasi menjadi bintang utama dengan lonjakan signifikan sebesar 4,76%, disusul sektor barang konsumen siklikal yang naik 1,21% dan sektor perindustrian yang menguat 1,14%.
Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 48,77 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp17,46 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 440 saham menguat, 240 saham melemah, dan 141 saham stagnan.
Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 48,77 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp17,46 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 440 saham menguat, 240 saham melemah, dan 141 saham stagnan.
Dijajaran saham unggulan LQ45, sejumlah emiten mengalami tekanan cukup dalam. Dian Swastatika Sentosa Tbk menjadi top losers setelah anjlok 9,71%, diikuti Barito Renewables Energy Tbk yang turun 9,62%, serta Trimegah Bangun Persada Tbk melemah 3,43%.
Namun, tidak semua saham unggulan tertekan. Beberapa emiten justru mencatatkan kenaikan signifikan dan menjadi penopang sentimen pasar. Bank Tabungan Negara Tbk memimpin top gainers dengan kenaikan 6,39%, diikuti Astra International Tbk yang naik 4,35%, serta Bukit Asam Tbk menguat 3,09%.


