back to top

Moratelindo (MORA) Ganti Nama dan Naikkan Modal Jadi Rp19T

Emitentrust.com- PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) melakukan perubahan signifikan dalam Anggaran Dasar Perseroan, termasuk pergantian nama menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk.

Dalam perubahan tersebut, Perseroan tetap berkedudukan di Jakarta Pusat, namun melakukan penyesuaian besar pada struktur permodalan. Modal dasar Perseroan meningkat drastis dari sebelumnya Rp3,26 triliun menjadi Rp19 triliun, yang terbagi atas 190 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham.

” Dari jumlah tersebut, modal ditempatkan dan disetor juga mengalami perubahan menjadi sebesar Rp4,77 triliun atau setara 25,14% dari total modal dasar. Sebelumnya, modal disetor tercatat sebesar Rp2,36 triliun atau 72,38% dari modal dasar lama,” tulis Henry Rizard Rumopa Corporate Secretary Rabu (22/4).

Selain itu, Perseroan juga mengubah ketentuan terkait susunan direksi. Jumlah minimal anggota Direksi ditingkatkan dari sebelumnya 2 orang menjadi paling sedikit 3 orang, dengan satu di antaranya menjabat sebagai Direktur Utama.

Perubahan ini juga berdampak pada mekanisme pengunduran diri Direksi. Dalam ketentuan baru, pengunduran diri hanya sah apabila telah disetujui RUPS dan jumlah Direksi tetap memenuhi batas minimal yang baru.

Tak hanya itu, Perseroan turut menyesuaikan ketentuan kewenangan Direksi dalam mewakili perusahaan, khususnya terkait peran Direktur Utama dan anggota Direksi lainnya dalam menjalankan tindakan hukum atas nama Perseroan.

Manajemen belum merinci secara eksplisit tujuan strategis dari perubahan ini, namun langkah peningkatan modal dasar yang signifikan mengindikasikan adanya ruang ekspansi yang lebih besar ke depan.

Sebagai informasi merger PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) dan PT Eka Mas Republik akan berlaku efektif pada April 2026.

Aksi korporasi ini adalah untuk mengintegrasikan infrastruktur backbone milik MORA dengan jaringan Fiber to the Home (FTTH) milik Eka Mas Republik guna menciptakan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan layanan.

Berdasarkan penilaian independen, disepakati rasio konversi saham sebesar 1 banding 7.703,807548, yang akan mengakibatkan dilusi kepemilikan saham pemegang saham MORA sebesar 50,50%.

Perhitungan tersebut dengan mengacu nilai pasar 100% ekuitas MORA sebesar Rp 10,21 triliun setara dengan Rp 432 per saham. Sedangkan saham Eka Mas Republik atau yang memiliki merek dagang MyRepublic memiliki nilai pasar Rp 10,42 triliun setara dengan Rp 3,33 juta per saham.

Dengan itu, rasio konversi 1 saham EMR akan mendapatkan 7.703,81 saham baru MORA. Nantinya MORA akan menerbitkan 24,13 miliar saham untuk pemegang saham EMR. Adapun modal setelah penggabungan akan menjadi Rp 4,78 triliun yang terbagi atas saham 47,77 miliar saham.

Karena itu, pasca penggabungan, MORA akan tetap menjadi entitas terbuka yang menerima seluruh aset, liabilitas, serta karyawan dari EMR yang status hukumnya berakhir tanpa likuidasi.

Artikel Terkait

IHSG Ditutup Turun 0,24%, Saham Energi & Bahan Baku Jadi Beban

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus menutup perdagangan dengan pelemahan tipis pada Rabu (22/4/2026). IHSG turun 17,76 poin atau 0,24% ke level 7.541,61,

Grup Lippo Matahari (LPPF) Ganti Logo & Nama Jadi MDS Retailing

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) resmi melakukan transformasi identitas korporasi. Emiten ritel tersebut kini berganti nama menjadi PT MDS Retailing Tbk,

BI – Rate Tetap di Level 4,75 Persen

Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2026 yang berlangsung pada Selasa (21/4) dan Rabu ini memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate

Populer 7 Hari

Berita Terbaru