back to top

Anjlok 87%, Laba SBMA Nyaris Habis di Kuartal I 2026

Emitentrust.com – PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) mencatat penurunan tajam kinerja pada kuartal I-2026. Laba bersih perseroan turun drastis menjadi Rp241,32 juta, merosot sekitar 87,8% dibandingkan Rp1,97 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan, penurunan laba ini sejalan dengan melemahnya pendapatan usaha yang tercatat sebesar Rp31,41 miliar hingga 31 Maret 2026, turun sekitar 3,3% dari Rp32,48 miliar pada kuartal I-2025.

Meski beban pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi Rp16,98 miliar dari Rp17,43 miliar, laba kotor tetap turun menjadi Rp14,42 miliar dari sebelumnya Rp15,05 miliar.

Tekanan utama berasal dari lonjakan beban umum dan administrasi yang naik menjadi Rp13,32 miliar dari Rp11,91 miliar. Hal ini membuat laba sebelum pajak tergerus tajam menjadi Rp590,58 juta, turun sekitar 77,6% dari Rp2,64 miliar.

Laba per saham dasar ikut merosot menjadi Rp0,26 dari Rp2,13 pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, posisi neraca relatif stabil. Total liabilitas PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk tercatat Rp51,14 miliar hingga 31 Maret 2026, turun tipis dari Rp51,19 miliar pada akhir 2025. Total aset mencapai Rp290,53 miliar, naik tipis dibandingkan posisi Rp290,27 miliar pada 31 Desember 2025.

Artikel Terkait

IHSG Tutup Akhir Pekan Melonjak! Tembus Level 6.400, Ini Sentimen Positifnya

Emitentrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 100,12...

BEI Buka Suara Soal IHSG Usai Pidato Prabowo Janjikan Ekonomi 6%

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (14/8/2026) tidak terlepas dari respons positif pelaku pasar terhadap pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.

BEI Telisik Saham DGIK, Transaksi Tiba-tiba Ramai Tapi Harga Anjlok

PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait lonjakan aktivitas transaksi saham yang disertai penurunan harga cukup signifikan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru