Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok pada perdagangan Kamis (30/4/2026), menandai tekanan jual yang masih kuat di pasar saham domestik. Setelah sempat menguat tipis sehari sebelumnya, IHSG justru anjlok 144,42 poin atau 2,03% ke level 6.956,80.
Dengan penurunan ini, IHSG resmi meninggalkan level psikologis 7.000 jelang akhir pekan dan periode libur, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar.
Tekanan terjadi secara merata di seluruh sektor. Sektor perindustrian memimpin pelemahan dengan koreksi 2,95%, diikuti sektor infrastruktur yang turun 2,93% dan sektor barang baku yang melemah 2,90%. Sektor barang konsumen primer dan properti juga masing-masing terkoreksi 2,19%.
Pelemahan turut menjalar ke sektor lainnya seperti keuangan (1,73%), kesehatan (1,15%), energi (1,08%), teknologi (0,93%), serta transportasi yang turun 0,80%.
Aktivitas perdagangan terbilang tinggi dengan volume mencapai 47,85 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp21,61 triliun. Namun tekanan jual mendominasi dengan 567 saham melemah, berbanding hanya 133 saham yang menguat, sementara 105 saham stagnan.
Di tengah tekanan pasar, beberapa saham masih mencatatkan kenaikan, seperti SMMA yang naik Rp600 menjadi Rp15.600 per saham. ITMG menguat Rp450 ke Rp26.650, serta SONA yang naik Rp350 menjadi Rp2.580 per saham.
Sebaliknya, tekanan jual menghantam sejumlah saham unggulan. UNTR turun Rp1.375 menjadi Rp29.050 per saham, MLPT melemah Rp1.350 ke Rp21.550, dan ARKO terkoreksi Rp1.325 menjadi Rp9.650 per saham.
Dari sisi frekuensi perdagangan, saham KOTA menjadi yang teraktif dengan 156.183 kali transaksi senilai Rp553,2 miliar. Disusul ESIP dengan 102.889 kali transaksi senilai Rp268 miliar, serta BBRI yang diperdagangkan 93.021 kali dengan nilai Rp1,15 triliun.
Pada indeks LQ45, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk turun 6,10% ke Rp1.615 per saham. PT Barito Pacific Tbk melemah 5,90% ke Rp1.835, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk terkoreksi 5,81% ke Rp1.215 per saham.
Sementara itu, penguatan dipimpin PT Bumi Resources Tbk yang naik 4,35% ke Rp240 per saham. Disusul PT Alamtri Resources Indonesia Tbk yang menguat 3,28% ke Rp2.520, serta PT Adaro Andalan Indonesia Tbk yang naik 2,65% ke Rp11.600 per saham.


