back to top

Bank Mandiri (BMRI) Ungkap Transaksi QR Luar Negeri Melonjak!

Emitentrust.com – Lonjakan transaksi lintas negara mendorong Bank Mandiri memperluas layanan QR Antar Negara ke Tiongkok melalui aplikasi Livin’ by Mandiri. Ekspansi ini dilakukan seiring pertumbuhan nilai transaksi internasional yang melonjak signifikan.

Hingga Maret 2026, nilai transaksi QR Antar Negara tercatat mencapai Rp54 miliar atau melonjak 137% secara tahunan (year-on-year/YoY). Kinerja ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan nasabah terhadap solusi pembayaran global yang praktis dan terintegrasi.

Melalui fitur ini, nasabah kini dapat bertransaksi di jutaan merchant di Tiongkok hanya dengan memindai QR code berlogo UnionPay atau Alipay tanpa perlu menukar uang tunai maupun melakukan konversi mata uang secara manual.

Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri, Jan Winston Tambunan, menyatakan bahwa ekspansi ini merupakan respons terhadap perubahan perilaku nasabah yang semakin mengarah ke pembayaran digital global.

“Pertumbuhan transaksi lintas negara yang sangat signifikan menunjukkan adanya pergeseran perilaku nasabah. Ekspansi ke Tiongkok menjadi langkah penting agar nasabah dapat bertransaksi secara seamless di salah satu ekosistem pembayaran digital terbesar di dunia,” ujarnya.

Sebagai pelengkap, Bank Mandiri juga menghadirkan rekening multicurrency Yuan (CNY) yang terhubung dengan kartu debit, memungkinkan nasabah melakukan tarik tunai di ATM berlogo Visa di Tiongkok tanpa konversi kurs.

Ekspansi ini menambah daftar negara yang telah terintegrasi dalam layanan QR Antar Negara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan.

Secara keseluruhan, aplikasi Livin’ by Mandiri mencatat lebih dari 39,1 juta pengguna dengan total nilai transaksi mencapai Rp1.200 triliun hingga Maret 2026. Adopsi QRIS juga terus tumbuh dengan 9,9 juta pengguna atau naik 41% YoY, serta nilai transaksi mencapai Rp64 triliun yang melesat 76% YoY.

Artikel Terkait

SRO dan OJK Perkuat Reformasi Transparansi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) pasar modal yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI),

Tahir Lepas 6,5 Juta Saham MPRO di Harga Rp7.300, Ada Apa?

Tahir selaku pemegang saham pengendali PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 17 Juni 2026.

GOTO Siapkan Rp3,5T untuk Buyback Saham

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi mengantongi persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan program pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal mencapai Rp3,5 triliun.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru