back to top

IHSG Ambles 1,81% di Sesi I, Tiga Saham Prajogo Pangestu Rontok

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin tertekan hingga akhir perdagangan sesi pertama Rabu (13/5/2026). IHSG melemah 124,362 poin atau 1,81% ke level 6.734,537.

Pelemahan IHSG dipicu mayoritas indeks sektoral yang bergerak di zona merah. Sektor dengan penurunan terdalam dicatat IDX Sektor Barang Baku yang anjlok 3,86%.

Selain itu, IDX Sektor Infrastruktur terkoreksi 3,05%, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer turun 2,04%, dan IDX Sektor Teknologi melemah 1,01%.

Tekanan juga terjadi pada IDX Sektor Kesehatan yang turun 0,91%, IDX Sektor Keuangan melemah 0,75%, serta IDX Sektor Energi yang terkoreksi 0,73%.

Selanjutnya, IDX Sektor Properti dan Real Estate turun 0,6%, sementara IDX Sektor Barang Konsumen Primer melemah 0,52%.

Di tengah tekanan pasar, IDX Sektor Transportasi dan Logistik justru menjadi sektor dengan penguatan terbesar setelah naik 3,36% pada sesi pertama. Penguatan juga terjadi pada IDX Sektor Perindustrian.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau ramai dengan total volume transaksi mencapai 26,13 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp10,28 triliun. Sebanyak 398 saham melemah, 262 saham menguat, dan 150 saham stagnan.

Pada jajaran saham penguat, saham PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) melonjak Rp600 menjadi Rp13.500 per saham. Saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) naik Rp560 menjadi Rp3.430 per saham, sementara saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menguat Rp350 menjadi Rp16.975 per saham.

Sebaliknya, saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) turun Rp1.450 menjadi Rp19.875 per saham. Saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) melemah Rp975 menjadi Rp6.675 per saham, sedangkan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terkoreksi Rp720 menjadi Rp4.330 per saham. Saham Petrindo Jaya (CUAN) turun 11,1 persen menjadi Rp840 dan Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 8,31 persen menjadi Rp3.310.

Untuk saham teraktif diperdagangkan, saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatat frekuensi transaksi sebanyak 112.996 kali dengan nilai Rp548 miliar. Disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebanyak 60.379 kali senilai Rp764 miliar, serta PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) sebanyak 50.490 kali senilai Rp47 miliar.

Di jajaran top losers LQ45, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) anjlok 11,3%, diikuti PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang turun 11,11%, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melemah 5,7%.

Sementara itu, top gainers LQ45 dipimpin saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang naik 4,64%. Disusul PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menguat 4,27%, serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang naik 3,28%.

Seperti diketahui, Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi mengumumkan hasil tinjauan berkala atau index review untuk periode Mei 2026 pada Rabu (13/5/2026). Hasil rebalancing kali ini mengejutkan pelaku pasar karena jauh melenceng dari ekspektasi analis dan investor.

Dalam pembaruan indeks terbarunya, MSCI terdapat mengeluarkan enam saham dari MSCI Global Standard Indexes. Tiga diantaranya milik Prajogo Pangestu. Saham-saham yang terdepak tersebut adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Artikel Terkait

OJK Pastikan Indonesia Tetap Bertahan di MSCI Emerging Market

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan pasar modal Indonesia tetap bertahan dalam kategori emerging market atau pasar berkembang berdasarkan hasil peninjauan terbaru dari lembaga penyedia indeks global MSCI

Haji Isam Muncul di PACK, Borong Saham Rp936M

Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam telah melakukan investasi dengan membeli saham PT. Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) pada tanggal 13 Mei 2026.

Pemegang Saham Baru Muncul di PACK, Borong 6,8 Miliar Lembar

PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mencatat masuknya pemegang saham baru setelah Samsudin Andi Arsyad melakukan pembelian saham dalam jumlah jumbo pada 13 Mei 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru