back to top

PMUI Sepakat Sisihkan 21,1 Persen Laba 2025 untuk Dividen

Emitentrust.com – PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) resmi menyetujui pembagian dividen tunai kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 11 Mei 2026.

Dalam hasil rapat, Perseroan menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp36,79 miliar dengan sebagian dialokasikan untuk dividen tunai sebesar Rp5 per saham.

Total nilai dividen yang akan dibagikan mencapai maksimum Rp29 miliar setara 21,1 persen laba 2025 dan akan didistribusikan secara proporsional kepada pemegang saham yang berhak setelah memperhitungkan ketentuan perpajakan yang berlaku.

Selain dividen, Perseroan juga menetapkan sebesar Rp2,05 miliar sebagai dana cadangan sesuai ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas. Sementara sisa laba dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha Perseroan ke depan.

RUPST dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 4,64 miliar saham atau setara 80,05% dari seluruh saham dengan hak suara sah Perseroan.

Selain menyetujui penggunaan laba bersih, pemegang saham juga mengesahkan laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian Perseroan tahun buku 2025 yang telah diaudit oleh Hendry, Ferdy & Rekan dengan opini “wajar dalam semua hal yang material”.

Rapat juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.

Dalam agenda lainnya, pemegang saham menyetujui penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan agar selaras dengan klasifikasi KBLI 2025 tanpa mengubah kegiatan usaha utama Perseroan.

Adapun susunan Direksi PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk dipimpin oleh Agus Susanto sebagai Direktur Utama bersama Ari Purwandini sebagai Direktur.

Sementara jajaran Dewan Komisaris terdiri dari Rudy Susanto Wijaya Kaswan dan Theo Lekatompessy yang juga menjabat sebagai Komisaris Independen.

Artikel Terkait

IHSG Ditutup Ambles Hampir 2%, Efek Rebalancing MSCI?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah tajam pada perdagangan Rabu (13/5/2026). IHSG anjlok 135,57 poin atau 1,98% ke level 6.723,32,

BEI Cabut Status Pemantauan Khusus WBSA Mulai 18 Mei

PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) resmi keluar dari daftar Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hetzer Medical (MEDS) Siap Masuk Bisnis Machining Logam Berbasis CNC

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) berencana melakukan diversifikasi usaha melalui penambahan kegiatan usaha baru di sektor industri barang logam dan jasa machining berbasis mesin Computer Numerical Control (CNC).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru