back to top

IHSG Ditutup Ambles Hampir 2%, Efek Rebalancing MSCI?

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah tajam pada perdagangan Rabu (13/5/2026). IHSG anjlok 135,57 poin atau 1,98% ke level 6.723,32, menandai pelemahan beruntun selama empat hari perdagangan terakhir.

Tekanan terhadap IHSG dipicu sentimen rebalancing MSCI yang mengeluarkan sejumlah saham Indonesia dari indeks global tersebut. Kondisi itu memicu aksi jual di berbagai sektor dan saham berkapitalisasi besar.

Mayoritas indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup di zona merah. Pelemahan terdalam dicatat sektor barang baku yang turun 4,43%, disusul sektor infrastruktur melemah 2,72%, sektor energi turun 1,61%, serta sektor barang konsumen non-primer terkoreksi 1,40%.

Selanjutnya, sektor kesehatan turun 1,22%, sektor teknologi melemah 0,71%, sektor properti dan real estate turun 0,70%, sektor keuangan melemah 0,58%, dan sektor barang konsumen primer turun 0,44%.

Di tengah tekanan pasar, hanya sektor transportasi dan sektor perindustrian yang berhasil bertahan di zona hijau masing-masing naik 4,89% dan 1,26%.

Aktivitas perdagangan saham di BEI cukup ramai dengan total volume transaksi mencapai 38,43 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp19,33 triliun. Sebanyak 416 saham melemah, 239 saham menguat, dan 163 saham stagnan.

Pada jajaran saham penguat, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp600 menjadi Rp17.225 per saham. Saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) menguat Rp520 menjadi Rp3.390 per saham, sementara saham PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) melonjak Rp370 menjadi Rp2.000 per saham.

Sebaliknya, saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) turun Rp1.125 menjadi Rp20.200 per saham. Saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) melemah Rp775 menjadi Rp6.875 per saham, sedangkan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terkoreksi Rp750 menjadi Rp4.300 per saham.

Untuk saham teraktif diperdagangkan, saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatat frekuensi transaksi sebanyak 147.594 kali dengan nilai Rp683 miliar. Disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebanyak 83.561 kali senilai Rp1,009 triliun, serta PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) sebanyak 70.230 kali senilai Rp340 miliar.

Di jajaran top losers LQ45, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) memimpin pelemahan setelah anjlok 10,05% ke Rp850 per saham. Disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang turun 9,09% ke Rp3.700 per saham, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang melemah 8,77% ke Rp2.080 per saham.

Sementara itu, top gainers LQ45 dipimpin saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang naik 4,52% ke Rp4.160 per saham. Disusul PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menguat 4,10% ke Rp2.540 per saham, serta PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang naik 2,11% ke Rp484 per saham.

Artikel Terkait

PMUI Sepakat Sisihkan 21,1 Persen Laba 2025 untuk Dividen

PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) resmi menyetujui pembagian dividen tunai kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 11 Mei 2026.

BEI Cabut Status Pemantauan Khusus WBSA Mulai 18 Mei

PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) resmi keluar dari daftar Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hetzer Medical (MEDS) Siap Masuk Bisnis Machining Logam Berbasis CNC

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) berencana melakukan diversifikasi usaha melalui penambahan kegiatan usaha baru di sektor industri barang logam dan jasa machining berbasis mesin Computer Numerical Control (CNC).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru