Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menguat pada awal perdagangan akhirnya ditutup melemah pada akhir sesi perdagangan Rabu (20/5/2026). IHSG turun 52,17 poin atau 0,82% ke level 6.318,50.
Tekanan jual yang terjadi di mayoritas sektor menjadi penyebab utama pelemahan indeks. Dari total 11 indeks sektoral, hanya dua sektor yang berhasil bertahan di zona hijau, yakni sektor keuangan yang menguat 1,21% dan sektor infrastruktur yang naik tipis 0,05%.
Sementara itu, sembilan sektor lainnya kompak berada di zona merah. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor barang baku yang anjlok 4,67%, disusul sektor transportasi yang turun 4,22% dan sektor energi yang terkoreksi 2,65%.
Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berlangsung cukup ramai. Total volume transaksi tercatat mencapai 40,20 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp21,59 triliun. Sebanyak 208 saham berhasil menguat, sedangkan 483 saham melemah dan 126 saham stagnan.
Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham masih mencatat kenaikan signifikan. Saham SMMA melonjak Rp1.425 menjadi Rp18.200 per lembar, MLPT naik Rp1.325 menjadi Rp20.475 per saham, dan MORA menguat Rp1.175 menjadi Rp7.125 per saham.
Sebaliknya, saham-saham berkapitalisasi besar mengalami tekanan cukup dalam. Saham DCII merosot Rp7.500 menjadi Rp190.000 per lembar, SINI turun Rp725 menjadi Rp9.400, dan UNTR melemah Rp650 menjadi Rp24.850 per saham.
Untuk saham yang paling aktif diperdagangkan, BUMI memimpin dengan frekuensi transaksi mencapai 137.484 kali senilai Rp1,8 triliun. Disusul BIPI sebanyak 92.279 kali transaksi dengan nilai Rp321 miliar dan ASPR sebanyak 71.493 kali transaksi senilai Rp511 miliar.
Di jajaran saham LQ45, pelemahan terbesar dialami PT Barito Pacific Tbk yang anjlok 10,18%, diikuti PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk yang turun 9,23%, dan PT Bumi Resources Tbk yang melemah 6,99%.
Meski mayoritas saham LQ45 tertekan, beberapa emiten masih mampu mencetak penguatan. PT Bukit Asam (Persero) Tbk memimpin top gainers setelah melesat 6,42%, disusul PT Medco Energi Internasional Tbk yang naik 5,44% dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk yang menguat 5,18%.


