back to top

NASI Tak Punya Laba, RUPST Putuskan Puasa Dividen

Emitentrust.com – PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 5 Juni 2026.

RUPST yang dihadiri pemegang saham mewakili 576,49 juta saham atau 71,4% dari seluruh saham dengan hak suara sah tersebut menyetujui seluruh agenda yang diajukan Perseroan.

Dalam agenda penggunaan laba bersih, pemegang saham menyetujui bahwa Perseroan tidak memiliki saldo laba positif maupun laba bersih untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Dengan kondisi tersebut, NASI tidak melakukan penyisihan dana cadangan maupun pembagian dividen kepada pemegang saham.

Selain menyetujui tidak adanya pembagian dividen, pemegang saham juga mengesahkan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2025 serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang dilakukan sepanjang tahun buku 2025.

RUPST juga menyetujui pengangkatan kembali seluruh anggota Direksi untuk masa jabatan lima tahun ke depan hingga 4 Juni 2031. Dengan demikian, susunan Direksi Perseroan tetap dipimpin oleh Piero Mustafa sebagai Direktur Utama dan Shanty Mustafa sebagai Direktur.

Pada agenda lainnya, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali seluruh anggota Dewan Komisaris untuk periode jabatan yang sama hingga 4 Juni 2031. Susunan Dewan Komisaris tetap terdiri dari Tjiu Lanny Idayani sebagai Komisaris Utama dan Toni Yoyo sebagai Komisaris.

Selain itu, RUPS menerima pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) serta memberikan pembebasan tanggung jawab kepada Direksi dan Dewan Komisaris terkait penggunaan dana tersebut.

Perseroan juga menegaskan tidak memiliki rencana untuk mengubah penggunaan dana hasil IPO. Manajemen menjelaskan bahwa perbedaan yang sebelumnya ditemukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) antara Laporan Realisasi Penggunaan Dana (LRPD) dan laporan arus kas hanya disebabkan oleh kesalahan administratif dan pengklasifikasian akun, bukan karena adanya pengalihan peruntukan dana IPO.

Seperti diketahui PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) sepanjang 2025 mencatatkan rugi bersih Rp2,747 miliar.

Saham NASI pada perdagangan Senin (8/6) anjlok 5,45 persen ke level Rp104. Dalam sepekan ambles 24,6 persen. Dalam sebulan anjlok 28,7 persen.

Artikel Terkait

MYOR Bagikan Dividen Rp60 per Saham, Catat Jadwal Cum Date!

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp1,32 triliun atau Rp60 per saham.

Adhi Commuter (ADCP) Umumkan Gagal Bayar Bunga Obligasi Jatuh Tempo

Emiten properti dan perhotelan, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), mengumumkan penundaan pembayaran bunga Obligasi III Tahun 2023 Seri A dan Seri B yang jatuh tempo pada Juni 2026.

TLKM Setujui Dividen Rp21,9T, Buyback Saham & Ganti Komisaris

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) resmi membagikan dividen tunai jumbo senilai sekitar Rp21,9 triliun kepada pemegang saham dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan

Populer 7 Hari

Berita Terbaru