Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada perdagangan sesi pertama, Rabu (10/6/2026). IHSG melesat 134,58 poin atau 2,34% ke level 5.881,23 seiring derasnya aksi beli di berbagai sektor pasar.
Penguatan indeks kali ini ditopang oleh seluruh indeks sektoral yang bergerak di zona hijau. Sektor teknologi menjadi motor utama kenaikan dengan lonjakan 4,30%, diikuti sektor keuangan yang menguat 3,34% dan sektor transportasi yang naik 3,18%.
Sentimen positif tersebut turut mendorong aktivitas perdagangan yang ramai. Hingga akhir sesi pertama, volume transaksi mencapai 31,7 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp19,9 triliun.
Mayoritas saham juga bergerak menguat. Sebanyak 543 saham tercatat naik, sementara 151 saham melemah dan 118 saham lainnya stagnan.
Pada kelompok saham dengan kenaikan harga terbesar, saham DCII melonjak Rp6.650 menjadi Rp180.150 per lembar. Disusul MLPT yang naik Rp3.000 menjadi Rp18.000 per saham dan POLU yang menguat Rp1.100 menjadi Rp9.850 per lembar.
Sebaliknya, beberapa saham mengalami koreksi. CTBN turun Rp725 menjadi Rp5.625 per lembar, SMMA melemah Rp525 menjadi Rp23.475, dan RDTX terkoreksi Rp400 menjadi Rp14.600 per saham.
Sementara itu, saham yang paling aktif diperdagangkan dipimpin oleh TPIA dengan frekuensi transaksi mencapai 161.339 kali senilai Rp2,1 triliun. Disusul DSSA sebanyak 95.536 kali transaksi dengan nilai Rp874 miliar dan CUAN sebanyak 88.612 kali transaksi senilai Rp777 miliar.
Di jajaran saham LQ45, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menjadi top gainers setelah melesat 12,14% ke level Rp314 per saham. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 8,73% ke Rp1.805, sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menguat 7,65% ke level Rp3.520 per saham.
Di sisi lain, saham yang masuk daftar top losers LQ45 dipimpin oleh PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang turun 2,88% ke Rp202 per saham. Kemudian PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) melemah 2,37% ke Rp1.850 dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) turun 2,05% ke level Rp1.195 per saham.


