back to top

DGNS Ungkap FOLK Serap Private Placement Harga Rp269 per Lembar

Emityentrust.com – PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) telah menuntaskan pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi usaha.

Manajemen DGNS dalam keterangannya yang dikutip 9 Juni 2026 mengungkapkan bahwa PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) mengambil bagian atas saham baru hasil private placement sebanyak 95.348.500 saham dengan harga pelaksanaan Rp269 per saham.

Dengan demikian, nilai investasi yang dikucurkan FOLK dalam transaksi tersebut mencapai sekitar Rp25,65 miliar.

Perseroan menyatakan dana hasil aksi korporasi ini akan digunakan untuk pengembangan usaha, termasuk kebutuhan modal kerja, penambahan outlet, pembelian saham dan/atau aset, serta penyertaan modal pada satu atau lebih perusahaan yang memiliki kegiatan usaha relevan dengan grup Perseroan.

Setelah pelaksanaan PMTHMETD yang diambil oleh FOLK, jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh DGNS meningkat sebanyak 95.348.500 saham atau setara 7,63% dari jumlah saham sebelum pelaksanaan private placement tersebut.

Perseroan juga mengungkapkan bahwa setelah seluruh rangkaian private placement yang melibatkan Gene Richard dan PT Multi Garam Utama Tbk selesai dilaksanakan, jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh meningkat dari sebelumnya 1,25 miliar saham dengan nilai nominal Rp31,25 miliar menjadi 1,375 miliar saham dengan nilai nominal Rp34,38 miliar.

Pada perdagangan hari ini Rabu (10/6) saham DGNS naik 2,8 persen ke level Rp214.

Artikel Terkait

Laba Bersih Meroket 495,5%, RISE Tancap Gas Perkuat Ekspansi

PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) mencatatkan kinerja positif pada kuartal I-2026 dengan membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba yang signifikan. Perseroan mencatat pendapatan usaha sebesar Rp173,1 miliar,

Direktur Emiten Prajogo (TPIA) Cicil Beli Saham di Pasar

Edi Rivai selaku Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 8 dann 9 Juni 2026

BEI Minta Penjelasan WIFI, Saham Rontok 19% Dalam Sepekan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) terkait volatilitas pergerakan harga saham perseroan dalam periode perdagangan 5 hingga 8 Juni 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru