Emitentrust.com – IHSG berbalik arah dan kembali tertekan pada perdagangan sesi pertama Kamis (11/6/2026). Setelah sempat menikmati reli kuat dalam beberapa hari terakhir, IHSG ditutup melemah 112,98 poin atau 1,91% ke level 5.789,397 pada akhir sesi I.
Pelemahan indeks dipicu aksi jual yang terjadi di seluruh sektor tanpa terkecuali. Sektor bahan baku menjadi pemberat utama setelah anjlok 6,27%, disusul sektor energi yang turun 3,17% dan sektor transportasi serta logistik yang melemah 2,94%.
Tekanan jual yang merata menunjukkan investor kembali melakukan aksi ambil untung setelah reli tajam yang terjadi sebelumnya.
Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 22,2 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp12,7 triliun. Sebanyak 500 saham melemah, hanya 185 saham menguat, sementara 128 saham stagnan.
Pada kelompok saham dengan kenaikan nominal terbesar, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melonjak Rp8.550 menjadi Rp188.700 per saham. Kemudian PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) naik Rp2.275 menjadi Rp20.275 per saham dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) menguat Rp2.225 menjadi Rp23.725 per saham.
Sebaliknya, saham yang mengalami penurunan nominal terbesar antara lain PT Metro Realty Tbk (MPRO) yang turun Rp975 menjadi Rp6.800 per saham, PT United Tractors Tbk (UNTR) melemah Rp700 menjadi Rp21.300 per saham, serta PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) turun Rp675 menjadi Rp7.300 per saham.
Untuk saham teraktif, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat frekuensi transaksi tertinggi sebanyak 93.583 kali dengan nilai transaksi Rp1,2 triliun. Disusul PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebanyak 61.066 kali senilai Rp563 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak 58.825 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp1,77 triliun.
Di jajaran saham LQ45, tekanan terbesar dialami PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang anjlok 14,18% ke Rp1.785 per saham. Kemudian PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 11,64% ke Rp645 per saham dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 9,66% ke Rp1.590 per saham.
Sementara itu, saham-saham yang masih mampu bertahan di zona hijau dalam indeks LQ45 dipimpin oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang naik 3,56% ke Rp2.910 per saham. Disusul PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) yang menguat 1,93% ke Rp1.850 per saham dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang naik 1,67% ke Rp1.215 per saham.


