back to top

IHSG Berhasil Pangkas Kejatuhan, Ditutup Hanya Turun 0,28%

Emitentrust.com – IHSG ditutup melemah 16,34 poin atau 0,28% ke level 5.886,03 pada perdagangan Kamis (11/6/2026). Meski sempat tertekan hampir 2% pada sesi pertama, IHSG berhasil memangkas sebagian besar pelemahannya berkat rebound saham-saham perbankan dan kesehatan di sesi kedua.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 5.784 hingga 6.010 setelah dibuka di level 5.902.

Pergerakan indeks menunjukkan adanya aksi beli menjelang penutupan yang membantu IHSG keluar dari tekanan lebih dalam. Namun, indeks tetap berakhir di zona merah karena tekanan dari saham-saham sektor komoditas dan energi.

Dari sisi sektoral, hanya lima indeks sektor yang ditutup menguat. Sektor keuangan menjadi penopang utama dengan kenaikan 1,36%, disusul sektor kesehatan yang naik 0,74% dan sektor properti yang menguat 0,70%.

Sebaliknya, sektor barang baku menjadi pemberat terbesar setelah anjlok 4,27%. Sektor energi melemah 2,12%, sementara sektor transportasi dan logistik turun 1,41%.

Aktivitas perdagangan berlangsung cukup tinggi dengan volume transaksi mencapai 33,05 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp21,85 triliun. Sebanyak 265 saham menguat, 419 saham melemah, dan 131 saham stagnan.

Pada kelompok saham dengan kenaikan nominal terbesar, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melonjak Rp8.625 menjadi Rp188.775 per saham. Kemudian PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) naik Rp2.400 menjadi Rp20.400 per saham dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) menguat Rp2.000 menjadi Rp23.500 per saham.

Sementara saham yang mengalami penurunan nominal terbesar antara lain PT Singaraja Putra Tbk (SINI) yang turun Rp1.000 menjadi Rp9.000 per saham, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) melemah Rp625 menjadi Rp7.350 per saham, dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) turun Rp375 menjadi Rp7.550 per saham.

Untuk saham teraktif, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi yang paling ramai diperdagangkan dengan frekuensi 181.122 kali dan nilai transaksi Rp2,5 triliun. Disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak 87.610 kali senilai Rp3,12 triliun dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebanyak 83.660 kali dengan nilai transaksi Rp783 miliar.

Di jajaran top gainers, saham PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) melesat 34,66% ke level 202. Kemudian PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) naik 34,32% ke level 180, PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) menguat 34,14% ke level 220, PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) naik 34,04% ke level 126, dan PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) melonjak 25% ke level 1.300.

Sedangkan top losers dipimpin oleh PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) yang turun 14,28% ke level 66. Disusul PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang anjlok 13,94% ke level 1.790, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) turun 13,64% ke level 462, PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) melemah 12,71% ke level 206, dan PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk (BMSR) turun 10,88% ke level 262.

Pada kelompok saham LQ45, penguatan terbesar dibukukan oleh PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) yang naik 4,41%, diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menguat 3,10%, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang naik 2,84%.

Sementara itu, top losers LQ45 dipimpin oleh PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang ambles 13,94%, disusul PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang turun 8,90%, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang melemah 7,55%.

Artikel Terkait

MDIY Tebar Dividen Perdana! Investor Dapat Rp17,62 per Saham

PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY), pengelola jaringan ritel MR.D.I.Y. Indonesia, resmi membagikan dividen tunai perdana sejak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

DAAZ Setujui Dividen Rp77,8M, Cum Date 18 Juni

PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) resmi mengumumkan rencana pembagian dividen tunai untuk periode tahun buku 2025. Langkah korporasi ini diambil berdasarkan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

PTBA Sepakat Bagi Dividen Rp1,3T Setara Rp114 per Saham

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mendapat restu untuk membagi dividen tahun buku 2025 sebesar Rp 1,3 triliun atau Rp 114 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST) yang digelar hari ini Kamis (11/6)

Populer 7 Hari

Berita Terbaru