back to top

Rugi KRYA Bengkak Jadi Rp84M, Meski Pendapatan Melonjak 247% di 2025

Emitentrust.com – PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) mencatatkan lonjakan pendapatan sepanjang 2025. Emiten konstruksi ini membukukan pendapatan bersih sebesar Rp216,25 miliar, melonjak 247,2% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp61,32 miliar.

Namun, kenaikan pendapatan tersebut belum mampu mengangkat profitabilitas perusahaan. BKPJ justru membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp83,29 miliar pada 2025, berbalik dari laba bersih Rp1,84 miliar pada 2024.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi per 31 Desember 2025, yang dipublikasikan Jumat (12/6) disebutkan peningkatan pendapatan terutama berasal dari kenaikan aktivitas usaha. Meski demikian, beban pokok pendapatan meningkat lebih tinggi menjadi Rp191,65 miliar dari Rp36,72 miliar pada tahun sebelumnya.

Akibatnya, laba kotor Perseroan tercatat Rp24,60 miliar, turun dibandingkan laba kotor 2024 yang mencapai Rp24,85 miliar, meskipun pendapatan tumbuh signifikan.

Di sisi lain, kinerja KRYA juga tertekan oleh lonjakan beban operasional dan keuangan. Beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp85,95 miliar, meningkat tajam dibandingkan Rp7,90 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, beban keuangan mencapai Rp5,74 miliar.

Kondisi tersebut membuat Perseroan membukukan rugi sebelum pajak sebesar Rp85,95 miliar, dibandingkan laba sebelum pajak Rp2,90 miliar pada 2024.

Secara keseluruhan, rugi tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp83,29 miliar. Rugi per saham dasar tercatat sebesar Rp51,08 per saham, berbanding terbalik dengan laba per saham Rp1,29 pada tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset Perseroan per akhir 2025 tercatat sebesar Rp178,55 miliar, turun dari Rp202,19 miliar pada akhir 2024. Total liabilitas meningkat menjadi Rp72,34 miliar dari Rp70,27 miliar, sementara total ekuitas turun signifikan menjadi Rp106,22 miliar dari Rp119,37 miliar.

Pos saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya juga berbalik menjadi defisit sebesar Rp58,82 miliar pada akhir 2025, dari posisi positif Rp17,69 miliar pada tahun sebelumnya.

Pada laporan arus kas, kas dan setara kas akhir tahun turun menjadi Rp3,86 miliar dari Rp10,94 miliar pada akhir 2024. Penurunan tersebut sejalan dengan arus kas operasi yang negatif sebesar Rp22,87 miliar serta pembayaran kewajiban pembiayaan dan pinjaman selama tahun berjalan.

Artikel Terkait

MDIY Bagi Dividen Rp443M! Investor Kebagian Rp17,62 per Saham, Ini Jadwalnya

PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp443,85 miliar kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)

TRIN Tak Bahas Dividen, RUPST Setujui Rombak Direksi

PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) memperoleh persetujuan pemegang saham atas seluruh agenda dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 10 Juni 2026. Salah satu keputusan penting dalam rapat

ASSA Incar Cuan dari Digitalisasi Logistik, Garap Bisnis Software, Data, dan IoT

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) bersiap memperluas lini bisnisnya ke sektor teknologi transportasi dan logistik melalui pengembangan layanan Transportation Management System (TMS).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru