Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (15/6/2026) dengan lonjakan signifikan lebih dari 4 persen. IHSG naik 247,31 poin atau 4,12 persen ke level 6.254,97, ditopang penguatan di seluruh sektor.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dengan level tertinggi di 6.345 dan sempat menyentuh level terendah 6.007 setelah dibuka di posisi yang sama.
Penguatan indeks kali ini didorong oleh seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kompak berada di zona hijau. Sektor basic industry menjadi pendorong utama dengan kenaikan 7,26 persen, disusul sektor keuangan yang menguat 5,23 persen, serta sektor industri yang naik 4,51 persen.
Sentimen positif tersebut juga tercermin dari aktivitas perdagangan yang sangat tinggi. Total volume transaksi mencapai 54,5 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp30,1 triliun. Sebanyak 603 saham menguat, 125 saham melemah, dan 90 saham stagnan.
Di jajaran saham yang mencatat kenaikan harga, DCII naik Rp2.300 menjadi Rp191.100 per lembar. Disusul POLU yang menguat Rp2.200 ke level Rp16.225 dan MPRO yang naik Rp875 menjadi Rp7.875 per saham.
Sebaliknya, sejumlah saham mengalami koreksi. SRAJ turun Rp625 menjadi Rp10.375, ABDA melemah Rp380 ke Rp3.010, dan AADI terkoreksi Rp375 ke Rp8.275 per lembar.
Saham yang paling aktif diperdagangkan dipimpin oleh BUMI dengan frekuensi 201.171 kali senilai Rp2,3 triliun. Disusul TPIA sebanyak 162.406 kali transaksi senilai Rp2,6 triliun dan DSSA sebanyak 121.268 kali dengan nilai Rp1,16 triliun.
Di jajaran LQ45, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) menjadi top gainers dengan kenaikan 13,37 persen. Disusul PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang menguat 12,12 persen dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang naik 11,28 persen.
Sementara itu, saham yang masuk daftar top losers LQ45 dipimpin oleh PT Adaro Andalan Indonesia Tbk yang melemah 4,34 persen, diikuti PT Medco Energi Internasional Tbk yang turun 3,67 persen, serta PT AKR Corporindo Tbk yang terkoreksi 2 persen.


