back to top

LABA Berbalik Untung Rp19,26M di 2025, Pendapatan Melonjak 44%

Emitentrust.com – PT Green Power Group Tbk (LABA) berhasil membalikkan kinerja ke zona hijau sepanjang tahun buku 2025. Perseroan membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp19,26 miliar hingga 31 Desember 2025, berbanding terbalik dari rugi bersih Rp9,18 miliar pada tahun sebelumnya.

Sejalan dengan perbaikan kinerja tersebut, pendapatan perseroan meningkat 44,26% menjadi Rp31,19 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp21,62 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba kotor melonjak signifikan menjadi Rp12,00 miliar dari Rp1,89 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, beban usaha meningkat menjadi Rp20,52 miliar dari Rp12,36 miliar.

Meski demikian, rugi usaha berhasil ditekan menjadi Rp8,51 miliar dari rugi usaha Rp10,46 miliar pada tahun sebelumnya.

Kinerja perseroan turut ditopang oleh pendapatan lain-lain bersih sebesar Rp23,61 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan masih mencatat beban lain-lain sebesar Rp635,47 juta.

Alhasil, laba sebelum pajak berhasil mencapai Rp15,09 miliar, berbalik dari rugi sebelum pajak Rp11,10 miliar pada tahun 2024.

Dari sisi neraca, total aset perseroan tumbuh 55,93% menjadi Rp145,05 miliar per 31 Desember 2025 dibandingkan Rp93,02 miliar pada akhir 2024.

Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi Rp64,80 miliar dari Rp33,24 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, seiring ekspansi dan perkembangan aktivitas usaha perseroan.

Pada perdagangan hari ini Rabu (17/6) saham LABA turun 5,83 persen ke level Rp97.

Artikel Terkait

IHSG Berbalik Arah! Sempat Naik, Tersungkur 0,84% di Sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan sesi pertama Rabu (17/6/2026). Setelah sempat menguat 0,82% ke level 6.306,52 saat pembukaan

Belum 2 Tahun, Direktur MBMA Anthony Kartono Tan Mundur, Kenapa?

PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) menyampaikan bahwa Anthony Kartono Tan selaku Direktur mengundurkan diri.

PEFINDO Ungkap Surat Utang Grup Sinarmas (INKP) Rp2,3T Jatuh Tempo Juli 2026

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) mengungkapkan bahwa surat utang PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang akan jatuh tempo pada 11 Juli 2026 mencapai total Rp2,31 triliun.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru