back to top

Tiga Direktur MDKA Kompak Mundur, Ada Apa?

Emitentrust.com – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengumumkan pengunduran diri tiga anggota direksinya secara bersamaan. Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari David Thomas Fowler, Jason Laurence Greive, dan Chrisanthus Supriyo pada 17 Juni 2026.

Manajemen MDKA dalam keterangannya, Jumat (19/6), menyampaikan bahwa pengunduran diri ketiga direktur tersebut dilakukan sesuai ketentuan Pasal 9 huruf a Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.

Perseroan menjelaskan bahwa pengunduran diri David Thomas Fowler, Jason Laurence Greive, dan Chrisanthus Supriyo baru akan berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan.

MDKA tidak mengungkapkan alasan pengunduran diri ketiga direktur tersebut. Namun, manajemen menegaskan bahwa informasi material ini tidak memberikan dampak terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan.

Sebagai informasi, MDKA merupakan perusahaan tambang yang bergerak di sektor emas, perak, tembaga, nikel dan berbagai mineral ikutan lainnya. Perseroan saat ini menjadi salah satu emiten tambang logam terbesar di Indonesia dengan sejumlah proyek strategis di sektor mineral dan bahan baku kendaraan listrik.

Artikel Terkait

BEI Optimistis Bursa RI Tetap Bertahan di Indeks Emerging MSCI

Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menegaskan pihaknya tetap optimistis Indonesia dapat mempertahankan status sebagai pasar berkembang (emerging market)

JIHD Putuskan Aguan dan Tomy Winata Tetap di Kursi Komisaris

PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) memutuskan tidak membagikan dividen dari laba tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan

Colorpak (CLPI) Jadwalkan Pencairan Dividen, Yield nya Capai 10,09%

PT Colorpak Indonesia Tbk (CLPI) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp52,18 miliar atau Rp170,51 per saham dari laba bersih tahun buku 2025.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru