back to top

IHSG Akhir Pekan Ditutup Hijau, BBCA Tampil Perkasa!

Emitentrust.com – ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Jumat (19/6/2026) di zona hijau meski hanya naik tipis 4,80 poin atau 0,08% ke level 6.177,139. Penguatan ini terjadi di tengah tekanan sentimen negatif dari hasil tinjauan aksesibilitas pasar oleh MSCI serta pelemahan mayoritas bursa saham Asia.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dalam rentang 6.117 hingga 6.215 setelah dibuka pada level 6.172. Aksi beli pada sejumlah saham defensif dan perbankan berhasil menjaga indeks tetap bertahan di zona positif hingga penutupan.

Penguatan IHSG hanya ditopang oleh empat sektor. Sektor kesehatan memimpin kenaikan dengan penguatan 1,52%, disusul sektor barang konsumen primer yang naik 1,09%, sektor barang konsumen non-primer menguat 0,40%, dan sektor transportasi yang bertambah 0,20%.

Di sisi lain, tujuh sektor berakhir di zona merah. Sektor properti dan real estate menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,86%, diikuti sektor barang baku yang turun 1,83%, sektor infrastruktur melemah 1,61%, sektor teknologi turun 1,01%, sektor keuangan terkoreksi 0,75%, sektor perindustrian turun 0,20%, dan sektor energi melemah tipis 0,03%.

Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 31,5 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp25,4 triliun. Sebanyak 332 saham menguat, 342 saham melemah, dan 141 saham stagnan.

Di jajaran top gainers, saham PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) melonjak 34,28% ke level 94. Kemudian PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) menguat 25% ke level 145, PT Mega Perintis Tbk (ZONE) naik 25% ke level 545, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) melonjak 20,78% ke level 2.150, serta PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) naik 20% ke level 7.800.

Sebaliknya, saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menjadi top loser setelah anjlok 14,97% ke level 16.325. Disusul PT Bank Permata Tbk (BNLI) yang turun 14,82% ke level 2.700, PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) melemah 12,44% ke level 915, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) terkoreksi 11,31% ke level 392, dan PT Super Energy Tbk (SURE) turun 10,19% ke level 2.820.

Untuk saham dengan kenaikan nominal terbesar, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp1.300 menjadi Rp11.000 per saham. Kenaikan serupa juga dicatat PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) yang bertambah Rp1.300 menjadi Rp7.800 per saham, sementara PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) menguat Rp975 menjadi Rp11.000 per saham.

Sementara itu, saham yang mengalami penurunan nominal terbesar antara lain PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang turun Rp2.875 menjadi Rp16.325 per saham, PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) melemah Rp600 menjadi Rp7.825 per saham, serta PT Bank Permata Tbk (BNLI) yang turun Rp470 menjadi Rp2.700 per saham.

Dari sisi frekuensi transaksi, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi saham teraktif dengan 105.887 kali transaksi senilai Rp2,5 triliun. Disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebanyak 102.427 kali senilai Rp1,4 triliun dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebanyak 52.191 kali dengan nilai transaksi Rp1,5 triliun.

Pada indeks LQ45, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi top gainer setelah naik 3,70% ke Rp6.300 per saham. Kemudian PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 2,40% ke Rp2.930 per saham dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) naik 2,40% ke Rp1.705 per saham.

Sementara itu, tekanan terbesar datang dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang turun 7,19% ke Rp2.580 per saham. Disusul PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang melemah 6,53% ke Rp372 per saham dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang terkoreksi 5,31% ke Rp1.515 per saham.

Artikel Terkait

ASSA Bagi Dividen Rp110M, Catat Jadwal Cum Date-nya

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) emiten milik TP Rachmat akan membagikan dividen tunai sebesar Rp110,73 miliar atau Rp30 per saham kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025.

Usai Jual 463 Juta Saham, Samuel Sekuritas Balik Borong BKSL

PT Sentul City Tbk (BKSL) menyampaikan bahwa Samuel Sekuritas Indonesia melakukan serangkaian transaksi repo yang membuat kepemilikannya meningkat menjadi 9,48 miliar saham

MUTU Gelar Private Placement 314 Juta Saham, Pemilik Terdilusi 9,09%

PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement

Populer 7 Hari

Berita Terbaru