Emitentrust.com – PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 5-10 persen pada 2026 setelah menghadapi tekanan kinerja sepanjang tahun lalu akibat melemahnya permintaan dari pasar ekspor utama, Amerika Serikat (AS). Perseroan optimistis dapat kembali mencatatkan pertumbuhan melalui diversifikasi produk dan perluasan pasar ekspor.
Direktur PT Integra Indocabinet Tbk, Wang Sutrisno, mengatakan perusahaan memilih memasang target yang realistis di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik yang masih berlangsung. Menurutnya, peluang pertumbuhan tetap terbuka melalui pengembangan produk baru dan ekspansi ke pasar-pasar potensial.
Sepanjang 2025, WOOD membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,63 triliun, turun 5,8 persen dibandingkan Rp2,79 triliun pada tahun sebelumnya. Penurunan pendapatan tersebut turut menekan laba usaha yang turun 23,8 persen menjadi Rp289 miliar, sementara EBITDA terkoreksi 19,2 persen menjadi Rp383 miliar dan laba bersih merosot 57,6 persen menjadi Rp65 miliar dari Rp155 miliar pada 2024.
Wang menjelaskan pelemahan kinerja terutama dipicu oleh menurunnya permintaan dari pasar AS yang selama ini menjadi kontributor terbesar pendapatan perseroan. Penjualan ke AS turun 14,2 persen menjadi Rp2,16 triliun, meski masih menyumbang sekitar 82,2 persen dari total pendapatan perusahaan.
Di tengah tekanan tersebut, perseroan masih mampu menjaga pertumbuhan aset sebesar 2,1 persen menjadi Rp8 triliun. Kenaikan aset ditopang oleh peningkatan nilai persediaan sebesar 8,35 persen. Dari sisi operasional, segmen building component atau komponen bangunan menjadi penopang utama kinerja dengan pertumbuhan 13,8 persen menjadi Rp2,24 triliun.
Sebaliknya, segmen manufaktur furnitur mengalami tekanan cukup dalam dengan penurunan penjualan 52,9 persen menjadi Rp358,5 miliar. Secara keseluruhan, bisnis manufaktur ekspor masih mendominasi pendapatan WOOD dengan kontribusi mencapai 98,6 persen terhadap total penjualan.
Perseroan mulai memetik hasil dari strategi diversifikasi pasar yang dijalankan dalam beberapa tahun terakhir. Penjualan ke kawasan Eropa sepanjang 2025 melonjak 654 persen menjadi Rp242,1 miliar. Tren positif tersebut berlanjut pada kuartal I-2026 dengan penjualan ke Eropa meningkat lebih dari 20 kali lipat atau sekitar 2.133 persen menjadi Rp112,7 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain pasar ekspor, pasar domestik juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pada kuartal I-2026, penjualan dalam negeri meningkat 634 persen menjadi Rp31,6 miliar. Secara keseluruhan, WOOD membukukan penjualan sebesar Rp722,4 miliar pada tiga bulan pertama 2026 dengan laba bersih mencapai Rp28,62 miliar. Segmen ekspor building component tetap menjadi penyumbang terbesar dengan nilai penjualan Rp631,05 miliar atau sekitar 85,35 persen dari total pendapatan kuartalan.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, WOOD akan mempercepat peluncuran sejumlah produk baru seperti flooring dan outdoor furniture yang dinilai memiliki siklus bisnis lebih cepat dan permintaan lebih terukur. Selain mempertahankan pasar AS sebagai basis utama bisnis, perseroan juga memperluas penetrasi ke Eropa dan Timur Tengah serta terus menjalankan program efisiensi dan optimalisasi portofolio usaha guna menjaga profitabilitas di tengah kondisi pasar yang masih menantang.


