Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (23/6/2026). IHSG kembali terkoreksi 15,35 poin atau 0,25% ke level 6.101,33 di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang pengumuman hasil tinjauan MSCI pada 24 Juni 2026.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di area negatif dengan menyentuh level tertinggi 6.121 dan level terendah 5.993. Tekanan jual terutama terjadi pada saham-saham sektor teknologi, keuangan, dan energi.
Dari 11 sektor yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), hanya empat sektor yang berakhir di zona merah. Sektor teknologi menjadi pemberat terbesar setelah melemah 1,05%, disusul sektor keuangan yang turun 0,62%, sektor energi terkoreksi 0,61%, dan sektor transportasi melemah 0,15%.
Sementara itu, tujuh sektor berhasil mencatatkan penguatan. Sektor kesehatan memimpin kenaikan dengan lonjakan 3,97%, diikuti sektor properti dan real estate yang naik 1,54%, sektor barang baku 0,49%, sektor perindustrian 0,46%, sektor barang konsumen non-primer 0,28%, sektor infrastruktur 0,27%, serta sektor barang konsumen primer 0,15%.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 41,11 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp32,69 triliun. Sebanyak 373 saham melemah, 282 saham menguat, dan 160 saham stagnan.
Pada jajaran saham dengan kenaikan harga terbesar, PT Akasha Wira International Tbk (ADES) melonjak Rp3.575 menjadi Rp34.500 per saham. Disusul PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) yang naik Rp900 menjadi Rp11.075 per saham dan PT Metro Realty Tbk (MPRO) yang menguat Rp900 menjadi Rp8.000 per saham.
Sebaliknya, saham PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) terkoreksi Rp950 menjadi Rp5.450 per saham. Kemudian PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) turun Rp16 menjadi Rp92 per saham dan PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) melemah Rp350 menjadi Rp2.210 per saham.
Untuk saham teraktif, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatat frekuensi transaksi tertinggi sebanyak 157.687 kali dengan nilai transaksi Rp1,8 triliun. Disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebanyak 70.362 kali senilai Rp949 miliar dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebanyak 49.546 kali dengan nilai transaksi Rp407 miliar.
Di kelompok top gainers, PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) melesat 33,70% ke level 119. Kemudian PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) naik 25% ke level 1.475, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PTPW) menguat 24,74% ke level 1.210, PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK) naik 15,55% ke level 312, dan PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) bertambah 13,11% ke level 69.
Sementara itu, top losers dipimpin PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) yang anjlok 14,84%, disusul PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) yang turun 14,81%, PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) melemah 13,67%, PT Mega Perintis Tbk (ZONE) turun 13,23%, dan PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) terkoreksi 9,85%.


