Emitentrust.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan penjelasan terkait sorotan publik mengenai rencana penawaran umum perdana saham (IPO) PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), khususnya mengenai porsi saham yang dilepas ke publik yang disebut hanya sekitar 20,02%.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa dokumen permohonan pencatatan saham RANS telah diterima Bursa sebelum berlakunya Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 pada 31 Maret 2026. Oleh karena itu, proses evaluasi IPO perseroan dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku saat permohonan diterima.
“Hal ini sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00045/BEI/03-2026 Ketetapan 5,” ujar Nyoman dalam keterangannya.
Penjelasan tersebut disampaikan menyusul ramainya perbincangan di media sosial yang mempertanyakan kesesuaian struktur IPO RANS dengan aturan free float terbaru. Dengan kisaran harga book building Rp135 hingga Rp170 per saham, kapitalisasi pasar RANS setelah IPO diperkirakan berada pada rentang Rp1,7 triliun hingga Rp2,14 triliun.
Dalam aturan terbaru BEI, perusahaan dengan kapitalisasi pasar di bawah Rp5 triliun diwajibkan memiliki porsi free float minimal 25%. Namun, BEI menegaskan bahwa perhitungan free float tidak hanya berasal dari saham yang ditawarkan dalam IPO.
Menurut Nyoman, selain melepas 20,02% saham kepada publik melalui IPO, RANS juga memiliki pemegang saham eksisting yang memenuhi kriteria free float. Dengan demikian, porsi free float perseroan setelah melantai di Bursa diperkirakan mencapai sekitar 28,85%.
“Struktur kepemilikan saham Perseroan setelah IPO telah memenuhi ketentuan free float yang berlaku,” tegas Nyoman kepada media Rabu (24/6).
Perlu diketahui, PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), emiten media dan hiburan terafiliasi dengan Raffi Ahmad, bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (IPO) sebanyak 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02% modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan kisaran harga Rp135-Rp170 per saham.
Melalui aksi korporasi ini, RANS berpotensi menghimpun dana maksimal sebesar Rp429,25 miliar. Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 23-25 Juni 2026, sementara pencatatan saham di BEI dijadwalkan pada 10 Juli 2026 dengan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek.
Sebagian dana hasil IPO akan digunakan untuk berbagai agenda ekspansi bisnis. Sekitar 18,64% dialokasikan untuk pembangunan wahana bermain dan edukasi “Cipungland”, 37,61% untuk penyelenggaraan konser artis lokal dan internasional di berbagai kota, serta 8,15% untuk pembentukan perusahaan baru di bidang teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) bersama PT Global Teknologi.
Selain itu, sekitar 19,80% dana IPO akan digunakan untuk mengakuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina), sedangkan sekitar 6,98% dipakai untuk pelunasan dipercepat pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Sisa dana akan disalurkan ke entitas anak guna mendukung pengembangan usaha dan ekspansi jaringan bisnis.
Dari sisi kinerja, RANS membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp56,69 miliar pada 2025. Meski turun 41,6% dibanding laba tahun 2024 sebesar Rp97,07 miliar, Perseroan masih mampu menjaga profitabilitas di tengah penurunan pendapatan menjadi Rp353,38 miliar dari Rp410,50 miliar pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan struktur pemegang saham sebelum IPO, PT Indonesia Entertainment Grup menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 78,68%. Nama-nama lain yang tercatat sebagai pemegang saham antara lain Soultan Ariq Rachman (9,04%), Dony Oskaria (3,42%), Sutanto Hartono (1,43%), Nagita Slavina Mariana Tengker (1,24%), Kaesang Pangarep (1,14%), Hikmat Janika (0,86%), dan PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi (0,76%).
Setelah IPO, jumlah saham Perseroan yang tercatat di BEI akan mencapai 12,61 miliar saham atau mewakili 100% modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan. Dengan strategi ekspansi yang agresif di sektor hiburan, event, teknologi AI, hingga taman bermain edukatif, RUNS berharap dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan media dan entertainment terintegrasi di Indonesia.


