back to top

Grup Sinarmas (TKIM) Sisihkan Rp93,4M Setara Rp30 per lembar untuk Dividen

Emitentrust.com – PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) emiten kertas grup Sinarmas memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp30 per saham kepada para pemegang saham dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar US$297,136 juta. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 23 Juni 2026.

Berdasarkan hasil RUPST, total dana yang dialokasikan untuk dividen mencapai Rp93,40 miliar atau setara US$5,25 juta berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia per 31 Mei 2026. Sementara sisa laba bersih akan dibukukan sebagai saldo laba ditahan (retained earnings) untuk mendukung kegiatan usaha Perseroan.

Rapat yang dihadiri pemegang saham yang mewakili 2,77 miliar saham atau 89,102% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah tersebut juga menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan serta Laporan Keuangan Konsolidasian tahun buku 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Y. Santosa & Rekan. Pemegang saham sekaligus memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.

Selain itu, pemegang saham memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik Independen yang akan mengaudit laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2026, serta menetapkan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2026 sesuai rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi.

Dalam agenda lainnya, RUPST juga menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan guna menyesuaikan kegiatan usaha dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

Pada perdagangan Kamis (25/6), saham TKIM naik 3,49 persen ke level Rp5.925.

Artikel Terkait

MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market, BEI Ungkap Respons soal Rebalancing

Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan akan terus berkomunikasi dengan MSCI dan investor global menyusul hasil tinjauan tahunan indeks MSCI 2026. Dalam hasil review tersebut, status Indonesia sebagai bagian dari kelompok emerging market tetap dipertahankan.

Emas Antam Kamis ini naik Rp20.000 per Gram

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Kamis (13/8/2026) kembali mengalami kenaikan. Harga emas Antam naik Rp20.000 menjadi Rp2.700.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.680.000 per gram.

GOTO Dikeluarkan MSCI, CPIN Turun Kasta ke Small Cap

Morgan Stanley Capital International (MSCI) tetap mempertahankan Indonesia dalam kelompok negara emerging market setelah menyelesaikan tinjauan tahunan 2026 untuk indeks MSCI Frontier Emerging Markets.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru