back to top

IHSG Ditutup Rebound Hampir 2%, Semua Sektor Kompak Hijau

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit setelah tertekan selama tiga hari perdagangan berturut-turut. Pada penutupan perdagangan Kamis (25/6/2026), IHSG menguat 115 poin atau 1,96% ke level 5.999,03.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 5.864 hingga 6.056 setelah dibuka pada level 5.883.

Rebound IHSG didorong oleh penguatan seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang kembali mencerminkan masuknya aksi beli di berbagai sektor.

Sektor infrastruktur memimpin penguatan dengan kenaikan 3,81%, diikuti sektor kesehatan 3,03%, barang konsumer primer 2,50%, transportasi 2,34%, perindustrian 2,24%, dan barang baku 2,18%.

Selain itu, sektor barang konsumer non-primer menguat 2,13%, properti dan real estate naik 1,81%, sektor keuangan bertambah 1,54%, energi menguat 1,45%, sementara teknologi naik 1,11%.

Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan total volume mencapai 22,24 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp13,49 triliun.

Sebanyak 537 saham menguat, 135 saham melemah, dan 141 saham ditutup stagnan.

Di jajaran top gainers, saham RBMS melesat 33,96% ke level 71, disusul YUPI yang melonjak 24,80% ke Rp1.635, KONI naik 24,38% ke Rp3.010, FUTR menguat 23,07% ke Rp176, serta ZONE melesat 21,78% ke Rp615.

Sementara itu, saham-saham yang menjadi top losers antara lain SQMI dan MDRN yang sama-sama terkoreksi 10%, FORU turun 10% ke Rp3.060, BSSR melemah 9,77% ke Rp4.060, serta INPS turun 9,77% ke Rp600.

Untuk saham dengan kenaikan nominal terbesar, MORA melesat Rp1.075 menjadi Rp7.825 per saham, SINI naik Rp775 menjadi Rp9.775 per saham, dan GGRM menguat Rp650 menjadi Rp16.900 per saham.

Di sisi lain, saham ADES turun Rp625 menjadi Rp33.400 per saham, BSSR melemah Rp440 menjadi Rp4.060, dan FORU terkoreksi Rp340 menjadi Rp3.060 per saham.

Adapun saham yang paling aktif diperdagangkan dipimpin TPIA dengan frekuensi 81.566 kali senilai Rp1,03 triliun, disusul BUMI sebanyak 54.177 kali senilai Rp475 miliar dan DSSA sebanyak 47.743 kali senilai Rp565 miliar.

Pada indeks LQ45, saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) menjadi top gainer setelah menguat 7,14% ke Rp390 per saham. Disusul PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang naik 6,91% ke Rp2.010 dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang menguat 6,62% ke Rp2.900 per saham.

Sementara itu, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menjadi top loser LQ45 setelah turun 3,12% ke Rp1.395 per saham. Diikuti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang melemah 2,07% ke Rp2.370 dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang turun 1,80% ke Rp1.910 per saham.

Artikel Terkait

Jelang IPO, Laba Produsen INACO (JELI) Melejit 220 Persen

Di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,96% ke level 5.999 pada perdagangan Kamis (25/6/2026), calon emiten PT Niramas Utama Tbk (JELI) mengungkap strategi di balik lonjakan laba bersih sebesar 220% menjelang pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026.

ERAL Siapkan Dividen Rp8 per Saham, In Jadwalnya

PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp8 per saham atau dengan total nilai Rp41,5 miliar kepada para pemegang saham.

Grup Sinarmas (INKP) Ketok Dividen Rp177,89M Setara Rp75 per Saham

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp75 per saham kepada pemegang saham dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 23 Juni 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru