back to top

RMK Energy (RMKE) Kantongi Restu Stock Split 1:5

Emitentrust.com – PT RMK Energy Tbk (RMKE IJ) perusahaan penyedia jasa logistik batubara terintegrasi, pada hari ini Jumat (26/6) sukses menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta. Agenda utama Rapat tersebut adalah permohonan persetujuan atas rencana aksi korporasi pemecahan nilai nominal saham (stock split).

PT RMK Energy Tbk (RMKE IJ) perusahaan penyedia jasa logistik batubara terintegrasi, pada hari ini sukses menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta. Agenda utama Rapat tersebut adalah permohonan persetujuan atas rencana aksi korporasi pemecahan nilai nominal saham (stock split).

Dalam Rapat tersebut, para pemegang saham secara resmi menyetujui rencana stock split dengan rasio 1:5. Nilai nominal saham yang semula sebesar Rp100,00 (seratus rupiah) per saham akan dipecah menjadi Rp20,00 (dua puluh rupiah) per saham. Langkah strategis ini sebelumnya telah mendapatkan persetujuan prinsip dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat No.S-05357/BEI.PPI/05-2026 tertanggal 8 Mei 2026.

Sejalan dengan keputusan tersebut, Rapat menyetujui perubahan Pasal 4 ayat 1 dan 2 Anggaran Dasar Perseroan. Modal dasar Perseroan kini ditetapkan sebesar Rp1,4 triliun yang terbagi atas 70 miliar saham (sebelumnya 14 miliar saham). Dari modal dasar tersebut, modal ditempatkan dan disetor penuh adalah sebesar 31,25% atau sebanyak 21.875.000.000 saham dengan total nilai nominal Rp437,5 miliar. RUPSLB juga memberikan kuasa penuh kepada Direksi Perseroan untuk mengatur jadwal dan tata cara pelaksanaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

Komisaris Independen Perseroan, Frederikus Saud Tamba Tua, menjelaskan tujuan di balik aksi korporasi ini. “Melalui stock split ini, jumlah lembar saham Perseroan yang beredar akan bertambah, sehingga likuiditas perdagangan saham RMKE diharapkan akan meningkat dan aktivitas perdagangan di Bursa Efek menjadi lebih aktif. Kami menegaskan bahwa pemecahan nilai nominal saham ini tidak memiliki dampak negatif terhadap kondisi keuangan Perseroan,” jelas beliau.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Keuangan Perseroan, Edwin Tedjasukmana, menambahkan, “Rencana pemecahan nilai nominal saham ini dirancang untuk membuat harga saham RMKE menjadi lebih terjangkau bagi para investor ritel. Dengan harga yang lebih kompetitif, kami berharap dapat meningkatkan jumlah basis investor yang melakukan transaksi atas saham Perseroan, yang pada akhirnya memperkuat struktur kepemilikan saham kami.”

Sebelumnya, Perseroan telah menyampaikan Keterbukaan Informasi terkait rencana ini pada 20 Mei 2026 sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi OJK. Ke depan, Perseroan akan segera melaksanakan tahapan pelaksanaan stock split sesuai jadwal yang akan ditetapkan dan diumumkan kepada publik setelah seluruh persyaratan administratif terpenuhi.

Pada perdagangan hari ini Jumat (26/6) saham RMKE turun 5,6 persen ke level Rp2.210 per lembar.

Artikel Terkait

Laba Bank Mandiri (BMRI) Naik 18,6%, Tembus Rp23,3T hingga Mei 2026

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membukukan laba bersih bank only sebesar Rp23,3 triliun hingga periode Januari–Mei 2026 atau tumbuh 18,6% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Hermanto Tanoko Belanja 51,7 juta Saham CLEO Senilai Rp19,6M

Komisaris PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), Hermanto Tanoko, menambah kepemilikan sahamnya di emiten produsen air minum dalam kemasan tersebut dengan memborong 51,7 juta saham melalui transaksi pada 24 Juni 2026.

ALDO Umumkan Dividen Rp0,5 per Saham, Simak Jadwalnya

PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp1,347 miliar atau Rp0,5 per saham dari laba bersih tahun buku 2025.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru