back to top

IHSG Tutup Akhir Pekan Merah! Tapi BBCA dan BBRI Bersinar

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada akhir perdagangan pekan ini, Jumat (26/6/2026). IHSG merosot 102,90 poin atau 1,72% ke level 5.896,13 setelah bergerak di kisaran 5.830 hingga 6.045 sepanjang sesi perdagangan.

Tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari 11 indeks sektoral, hanya sektor keuangan yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,03%, sementara 10 sektor lainnya kompak melemah.

Sektor barang baku menjadi penekan terbesar dengan koreksi 5,00%, disusul sektor perindustrian yang turun 4,23%, barang konsumer non-primer melemah 2,96%, energi turun 2,62%, teknologi terkoreksi 2,51%, transportasi melemah 2,41%, serta infrastruktur turun 2,40%.

Pelemahan juga terjadi pada sektor properti dan real estate yang turun 1,94%, sektor barang konsumer primer melemah 1,26%, dan sektor kesehatan turun 0,82%.

Aktivitas perdagangan mencatat total volume sebanyak 20,32 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp12,35 triliun. Sebanyak 562 saham ditutup melemah, 123 saham menguat, dan 129 saham bergerak stagnan.

Di jajaran saham dengan kenaikan harga terbesar, ARTA melesat Rp500 menjadi Rp2.660 per saham, STTP naik Rp500 menjadi Rp9.975 per saham, dan ARKO menguat Rp380 menjadi Rp5.200 per saham.

Kemudian BBRM Naik 33 point atau menguat 34,73% ke level 128. TRUS menguat 25,00% atau naik 70 point ke level 350. ARTA Naik 510 point atau menguat 23,61% ke level 2.670. BHAT Naik 350 point atau menguat 20,23% ke level 2.080. RICY Naik 14 point atau menguat 19,71% ke leve 85.

Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan harga terbesar antara lain DCII yang anjlok Rp7.000 menjadi Rp182.000 per saham, EMAS turun Rp925 menjadi Rp6.125 per saham, dan MLPT melemah Rp775 menjadi Rp17.800 per saham.

Kemudian FUJI terkoreksi -36 point atau melemah -14,87% ke level 206. CLPI turun -255 point atau melemah -14,82% ke level 1.465. YUPI melemah -240 point atau turun -14,67% ke level 1.395. GPSO melemah -14,64% atau terkoreksi -70 point ke level 408. UVCR turun -27 point atau melemah -14,59% ke level 158.

Untuk saham teraktif, TPIA memimpin dengan frekuensi perdagangan sebanyak 68.778 kali senilai Rp808 miliar. Disusul BUMI sebanyak 48.832 kali senilai Rp375 miliar dan BMRI sebanyak 46.248 kali dengan nilai transaksi Rp977 miliar.

Pada indeks LQ45, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi top loser setelah ambles 9,60% ke Rp565 per saham. Selanjutnya PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 7,28% ke Rp1.465 per saham dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melemah 7,24% ke Rp2.690 per saham.

Di sisi lain, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin daftar top gainers LQ45 dengan kenaikan 2,49% ke Rp6.175 per saham. Disusul PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang naik 1,28% ke Rp790 per saham dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menguat 0,70% ke Rp2.870 per saham.

Artikel Terkait

SIG (SMGR) Resmi Bubarkan dan likuidasi Anak Usaha

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG memutuskan membubarkan sekaligus melikuidasi anak usahanya, PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB), yang merupakan entitas dengan kepemilikan saham Perseroan sebesar 99,99%.

Emiten Tommy Soeharto (GTSI) Restui Dividen Rp1 per Saham

PT GTS Internasional Tbk (GTSI) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp15,82 miliar atau Rp1 per saham kepada pemegang saham. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham

Primadaya Plastisindo (PDPP) Sepakati Dividen Tunai Rp6,91 Miliar

PT Primadaya Plastisindo Tbk (PDPP) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp6,91 miliar atau setara 20% dari laba bersih tahun buku 2025 kepada para pemegang saham. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 24 Juni 2026

Populer 7 Hari

Berita Terbaru