Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan di zona hijau pada Senin (6/7/2026). IHSG menguat 40,29 poin atau 0,69% ke level 5.916,07, setelah sempat bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan.
Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebanyak sembilan sektor berakhir di zona hijau, sementara hanya dua sektor yang masih ditutup melemah.
Sektor barang konsumen siklikal menjadi motor penguatan dengan kenaikan 1,26%, diikuti sektor teknologi yang menguat 0,92% dan sektor energi yang juga naik 0,92%. Sementara itu, dua sektor yang masih terkoreksi adalah sektor infrastruktur yang turun 0,05% dan sektor barang konsumen non-siklikal yang melemah tipis 0,03%.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan total volume mencapai 19,51 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp9,25 triliun. Sebanyak 386 saham menguat, 242 saham melemah, sedangkan 155 saham ditutup stagnan.
Dari sisi pergerakan harga, saham DCII mencatat kenaikan terbesar secara nominal setelah melonjak Rp9.175 menjadi Rp198.950 per saham. Disusul MPRO yang naik Rp500 menjadi Rp9.500 per saham dan YUPI yang menguat Rp305 menjadi Rp1.530 per saham.
Sebaliknya, saham FORU menjadi salah satu yang mengalami penurunan terbesar dengan koreksi Rp510 menjadi Rp2.890 per saham. Selain itu, DNET turun Rp475 menjadi Rp9.350 per saham dan UNIC melemah Rp425 menjadi Rp12.275 per saham.
Saham-saham yang paling aktif diperdagangkan dipimpin oleh BBRI dengan frekuensi transaksi mencapai 85.637 kali senilai Rp703 miliar. Posisi berikutnya ditempati BMRI dengan 67.492 kali transaksi senilai Rp573 miliar dan TPIA sebanyak 49.987 kali senilai Rp632 miliar.
Pada indeks LQ45, penguatan terbesar dibukukan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang naik 3,59%, disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 2,95% dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang bertambah 1,44%.
Sementara itu, tekanan terbesar di LQ45 dialami PT Indosat Tbk (ISAT) yang turun 5,04%, diikuti PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang melemah 1,92% dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang terkoreksi 1,90%.


