Emitentrust.com – PT Bank Jago Tbk (ARTO) melaporkan tidak terdapat pelaksanaan hak opsi saham dalam Program Kepemilikan Saham Manajemen dan Karyawan (Management and Employee Stock Option Program/MESOP) 2025–2030 Tahap I Periode I Tahun 2026.
Dalam laporan yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/7), Bank Jago menyatakan realisasi pelaksanaan MESOP pada periode pelaksanaan 4 Mei hingga 22 Juni 2026 tercatat nihil, sehingga tidak ada saham baru yang diterbitkan dari program tersebut.
Perseroan menjelaskan, harga pelaksanaan (exercise price) MESOP ditetapkan sebesar Rp1.550 per saham. Hingga berakhirnya periode pertama, masih terdapat 154.125.000 hak opsi yang belum dieksekusi dan tetap berlaku, dari total 155.525.000 opsi saham yang dialokasikan setelah dikurangi opsi yang gugur atau tidak lagi memenuhi persyaratan.
Dengan tidak adanya pelaksanaan hak opsi selama periode tersebut, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh Bank Jago tetap sebanyak 13.861.330.900 saham. Perseroan menegaskan bahwa hak opsi yang belum digunakan pada periode ini masih dapat dieksekusi pada periode pelaksanaan MESOP berikutnya sesuai ketentuan program.


