back to top

PRDL Bidik IPO dengan Valuasi Kompetitif dan Prospek Cerah

Emitentrust.com – Di tengah tekanan pasar saham yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 177,6 poin atau 3,05% ke level 5.643,19 pada perdagangan Selasa (30/6), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) tetap melangkah ke pasar modal dengan memulai masa penawaran umum perdana saham (IPO) pada 1–7 Juli 2026.

PRDL menawarkan 522,9 juta saham baru atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO dengan harga penawaran Rp120 per saham, sehingga berpotensi menghimpun dana sekitar Rp62,7 miliar. Saham PRDL dijadwalkan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2026.

Dalam prospektusnya, PRDL menawarkan valuasi price to earnings ratio (PER) 2025 sebesar 8,61 kali, yang dinilai kompetitif dibandingkan emiten sektor kesehatan. Dana hasil IPO akan digunakan untuk melunasi sebagian pinjaman perbankan, belanja modal, serta modal kerja guna memperkuat posisi perseroan di industri alat kesehatan diagnostik nasional.

Optimisme tersebut dipaparkan dalam acara Stock Idea Talks Special yang digelar PT Sucor Sekuritas bertajuk “Kupas Tuntas IPO PRDL: Valuasi Menarik di Tengah Prospek Pertumbuhan Industri Diagnostik”. Direktur Utama PRDL, Dr. Cristina Sandjaja, M.Kes., MM., menjelaskan bahwa perseroan telah beroperasi lebih dari 14 tahun sebagai produsen alat kesehatan diagnostik dalam negeri dengan portofolio lebih dari 1.083 SKU yang telah menjangkau 38 provinsi, 370 kabupaten/kota, serta melayani lebih dari 7.611 pelanggan, termasuk 6.924 puskesmas dan 288 rumah sakit. Produk utama PRDL juga telah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 70%.

PRDL melihat prospek industri masih terbuka lebar seiring alokasi anggaran kesehatan pemerintah sebesar Rp244 triliun pada 2026 dan target program skrining kesehatan nasional yang menyasar sekitar 140 juta penduduk. Dengan jaringan distribusi yang telah tersebar hampir di seluruh Indonesia, PRDL optimistis mampu memperluas penetrasi pasar sekaligus mendukung penguatan layanan kesehatan nasional.

Dari sisi kinerja, PRDL mencatatkan pertumbuhan yang solid menjelang IPO. Sepanjang 2025, pendapatan meningkat 27% menjadi Rp74,4 miliar, laba bersih melonjak 70,7% menjadi Rp16,9 miliar, sementara EBITDA naik 66,9% menjadi Rp29,2 miliar. Perseroan meyakini momentum IPO akan menjadi katalis untuk memperluas bisnis, meningkatkan kapasitas operasional, dan memperkuat kontribusi terhadap industri alat kesehatan nasional.

Artikel Terkait

BMTR Puasa Dividen, Laba Ditahan untuk Ekspansi Digital

PT Global Mediacom Tbk (BMTR) memutuskan tidak membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 29 Juni 2026.

Grup Salim (IMJS) Tetapkan Jadwal Dividen Rp0,35 per Saham, Cum 7 Juli

PT Indomobil Multi Jasa Tbk. (IMJS) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp3,797 miliar atau Rp0,35 per saham dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 29 Juni 2026.

BUMI Beri Pengumuman Soal Nasib Tambang Emasnya, Begini Isinya

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengumumkan transaksi divestasi PT Citra Palu Mineral (CPM) telah selesai dilakukan. Hal tersebut diungkap dalam Keterbukaan Informasi (KI) BUMI yang diunggah pada 29 Juni 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru