Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik menguat dan bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan sesi I, Selasa (7/7/2026). Setelah sempat bergerak di zona merah pada awal perdagangan, IHSG ditutup naik 27,46 poin atau 0,46% ke level 5.943,53.
Sepanjang sesi pertama, IHSG bergerak fluktuatif dengan menyentuh level tertinggi 5.954 dan terendah 5.890, setelah dibuka di posisi 5.916. Penguatan indeks didorong oleh aksi beli yang kembali masuk pada sejumlah saham unggulan dan ditopang mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sebanyak delapan indeks sektoral berakhir di zona hijau. Sektor properti dan real estat memimpin penguatan dengan kenaikan 2,64%, disusul sektor barang konsumen siklikal yang naik 1,45%, serta sektor kesehatan yang menguat 1,02%.
Aktivitas perdagangan juga cukup ramai. Volume transaksi mencapai 12,7 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp5 triliun. Sebanyak 366 saham menguat, 235 saham melemah, sementara 179 saham bergerak stagnan.
Dari sisi pergerakan harga, saham RDTX mencatat kenaikan terbesar secara nominal setelah melonjak Rp1.350 menjadi Rp15.000 per saham. Disusul SINI yang naik Rp900 menjadi Rp9.975 per saham dan GGRM yang menguat Rp850 menjadi Rp16.650 per saham.
Sebaliknya, saham SRAJ menjadi salah satu yang mengalami penurunan terbesar dengan koreksi Rp250 menjadi Rp10.800 per saham. Selain itu, INDF turun Rp225 menjadi Rp6.675 per saham dan ICBP melemah Rp200 menjadi Rp6.725 per saham.
Saham yang paling aktif diperdagangkan dipimpin COCO dengan frekuensi transaksi mencapai 43.908 kali senilai Rp120 miliar. Posisi berikutnya ditempati NTBK sebanyak 33.867 kali transaksi senilai Rp60,2 miliar dan TPIA sebanyak 30.211 kali transaksi dengan nilai Rp389 miliar.
Pada kelompok saham LQ45, penguatan terbesar dibukukan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang melonjak 5,69% ke Rp1.485 per saham, diikuti PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang naik 4,50% ke Rp2.090 per saham dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang menguat 4,32% ke Rp1.570 per saham.
Sementara itu, saham LQ45 yang mencatat pelemahan terdalam dipimpin PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang turun 3,26% ke Rp6.675 per saham, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) melemah 2,89% ke Rp6.725 per saham, serta PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang terkoreksi 1,96% ke Rp500 per saham.


