Emitentrust.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencabut penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) di seluruh pasar. Pencabutan suspensi tersebut berlaku efektif mulai pra-pembukaan perdagangan Kamis, 9 Juli 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah BEI mempertimbangkan keterbukaan informasi yang telah disampaikan Perseroan, termasuk Prospektus (Koreksi) melalui surat Perseroan Nomor 033C/PGK-CS/VI/2026 tertanggal 8 Juli 2026.
Sebelumnya, BEI menghentikan sementara perdagangan saham PEGE melalui Pengumuman Nomor Peng-SPT-00016/BEI.PP3/07-2026 pada 7 Juli 2026. Setelah menilai informasi yang disampaikan Perseroan telah memadai, bursa memutuskan untuk mencabut suspensi tersebut.
BEI juga mengimbau seluruh pelaku pasar agar tetap memperhatikan setiap keterbukaan informasi yang disampaikan Perseroan sebagai dasar dalam mengambil keputusan investasi.
Pada perdagangan hari ini Kamis (9/&) Saham PEGE turun 13,8 persen ke level Rp106.
Sebagai informasi, PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) bersiap melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau rights issue dengan target penghimpunan dana maksimal Rp94,45 miliar. Perseroan akan menerbitkan sebanyak 944.472.352 saham baru atau setara 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue.
Dalam prospektusnya Rabu (8/7) disebutkan, setiap pemegang 3 saham lama yang tercatat pada 8 Juli 2026 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh 1 HMETD, di mana setiap HMETD dapat digunakan untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham. Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung pada 10–17 Juli 2026, sementara saham hasil pelaksanaan akan didistribusikan pada 14–21 Juli 2026.
Sebagai insentif, Perseroan juga menerbitkan hingga 944.472.352 Waran Seri II secara cuma-cuma dengan rasio 1 waran untuk setiap 1 saham baru yang diperoleh melalui rights issue. Waran tersebut dapat dieksekusi pada harga Rp145 per saham selama periode 14 Januari 2027 hingga 14 Juli 2031, dengan potensi tambahan dana bagi Perseroan mencapai Rp136,95 miliar apabila seluruh waran dilaksanakan.
Perseroan tidak menunjuk pembeli siaga (standby buyer), sehingga saham yang tidak diambil pemegang HMETD akan tetap menjadi saham portepel. Sejumlah pemegang saham utama telah menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi dalam aksi korporasi ini. RR Capital Group Pte Ltd, yang menguasai 42,41% saham, akan mengeksekusi seluruh haknya senilai Rp40,06 miliar.
Pemegang saham pengendali Trisno Limanto juga akan mengambil seluruh HMETD senilai Rp17,89 miliar, sedangkan PT Mandiri Terang Harapan akan melaksanakan sekitar 35% haknya dengan nilai Rp2,99 miliar.


