back to top

S&P, MSCI, FTSE Terus Diajak Dialog, OJK Optimistis Pasar RI

Emitentrust.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mempercepat reformasi pasar modal guna meningkatkan transparansi, likuiditas, dan kualitas pasar. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas berbagai masukan dari investor global maupun penyedia indeks internasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan reformasi yang telah dijalankan meliputi peningkatan keterbukaan struktur kepemilikan saham, penyajian data investor yang lebih granular, serta implementasi ketentuan free float minimum 15% dengan masa transisi selama tiga tahun.

Menurut Hasan, OJK dan BEI juga terus menjalin komunikasi intensif dengan penyedia indeks global seperti S&P Dow Jones Indices, MSCI, dan FTSE Russell guna menjawab berbagai perhatian terkait transparansi kepemilikan saham, kedalaman pasar, hingga likuiditas perdagangan.

“Hingga saat ini belum terdapat keputusan dari penyedia indeks global untuk menurunkan klasifikasi maupun mengeluarkan saham Indonesia dari konstituen indeks,” ujar Hasan usai acara HUT BEI pada Senin (13/7).

Di tengah perlambatan aktivitas transaksi harian, Hasan menilai pasar saham Indonesia masih menunjukkan ketahanan. Secara year to date, rata-rata nilai transaksi harian telah melampaui Rp24 triliun, lebih tinggi dibandingkan rekor tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp18 triliun per hari.

Hasan menegaskan OJK bersama BEI akan terus memastikan perdagangan efek berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien. Menurutnya, hingga kini keseimbangan antara antrean beli dan jual masih terjaga sehingga tidak terjadi kondisi one-sided market yang dapat mengganggu stabilitas perdagangan.

Artikel Terkait

BEI Ijinkan Saham AIMS Diperdagangkan Mulai Sesi II, Ini Alasannya

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencabut penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai Sesi II perdagangan Senin, 13 Juli 2026.

BEI Ungkap Fakta Terbaru Pasar Modal Indonesia

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan tetap mempertahankan target memiliki lebih dari 1.100 perusahaan tercatat pada 2030, meski kondisi pasar modal sepanjang 2026 masih dibayangi ketidakpastian global.

Rights Issue Jumbo Emiten Hapsoro (SINI) Mulai Digelar Besok!

PT Singaraja Putra Tbk (SINI) resmi menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) dengan target menghimpun dana maksimal Rp3,6075 triliun.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru