back to top

Delapan Petinggi Bank Jatim (BJTM) Kompak Tambah Saham Harga Pasar

Emitentrust.com – Jajaran Komisaris dan Direksi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) kompak menambah kepemilikan saham Perseroan melalui pelaksanaan Program Long Term Incentive (LTI).

Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan pada 15 Juli 2026, total pembelian mencapai 1.828.000 saham dengan nilai transaksi sekitar Rp932,28 juta.

Seluruh transaksi dilakukan pada 14 Juli 2026 dengan harga Rp510 per saham. Dari akumulasi pembelian tersebut, nilai transaksi mencapai Rp932.280.000.

Komisaris BJTM, Adhy Karyono, membeli 189.100 saham senilai Rp96,44 juta, sehingga kepemilikannya meningkat dari 249.200 saham (0,0017%) menjadi 438.300 saham (0,0029%).

Di jajaran direksi, Umi Rodiyah menjadi pembeli terbesar dengan mengakuisisi 296.600 saham senilai sekitar Rp151,27 juta, sehingga kepemilikannya bertambah dari 2.170.300 saham menjadi 2.466.900 saham. Sementara Arif Suhirman membeli 320.700 saham senilai Rp163,56 juta, menaikkan kepemilikan dari 5.335.000 saham menjadi 5.655.700 saham.

Direktur lainnya yang turut menambah kepemilikan adalah R. Arief Wicaksono sebanyak 318.700 saham senilai Rp162,54 juta, Winardi Legowo sebanyak 248.100 saham senilai Rp126,53 juta,

Wiweko Probojakti sebanyak 152.400 saham senilai Rp77,72 juta, Tonny Prasetyo H. SP sebanyak 153.400 saham senilai Rp78,23 juta, serta Raden Mas Wahyukusumo Wisnubroto yang untuk pertama kalinya memiliki 149.000 saham BJTM senilai Rp75,99 juta.

Dalam seluruh laporan yang disampaikan kepada OJK, transaksi tersebut dilakukan dalam rangka Program Long Term Incentive (LTI). Para pejabat Perseroan juga menegaskan bahwa aksi pembelian tersebut tidak mengubah status pengendalian di BJTM karena seluruh pelapor bukan merupakan pengendali Perseroan.

Pada perdagangan hari ini Rabu (15/7) saham BJTM naik 0,98 persen ke level Rp515.

Artikel Terkait

OTO Multiartha Resmi Merger ke Summit Oto Finance, OJK Sudah Restui

PT Oto Multiartha (OTO) dan PT Summit Oto Finance (SOF) anak usaham Bank SMBC (BTPN) resmi mengumumkan rencana penggabungan usaha (merger), di mana OTO akan melebur ke dalam SOF

SMDR Ungkap Belum Gunakan Dana Sukuk Rp694,61M, Masih Tersimpan di BSI

PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) hingga 30 Juni 2026 belum merealisasikan penggunaan dana hasil penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Samudera Indonesia Tahap III Tahun 2026.

Anak Usaha Intiland (DILD) Digugat PKPU Bank Mayapada (MAYA)

PT Intiland Development Tbk. (DILD) mengungkapkan bahwa anak usahanya, PT Taman Harapan Indah (THI), menerima permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh PT Bank Mayapada Internasional Tbk..

Populer 7 Hari

Berita Terbaru