back to top

IHSG Sesi I Hijau! MLPT Ngegas ARA Jelang Stock Split

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan sesi I, Kamis (16/7/2026). IHSG menguat 22,49 poin atau 0,37% ke level 6.064, didorong penguatan mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penguatan IHSG ditopang oleh sembilan dari sebelas indeks sektoral. Sektor barang baku menjadi motor utama dengan kenaikan 1,39%, diikuti sektor properti dan real estat yang menguat 1,03%, sektor infrastruktur 0,76%, sektor keuangan 0,59%, sektor energi 0,34%, sektor transportasi 0,25%, sektor kesehatan 0,20%, sektor barang konsumen non-primer 0,13%, serta sektor barang konsumen primer yang naik 0,06%.

Di sisi lain, dua sektor masih berada di zona merah, yakni sektor perindustrian yang melemah 1,07%, sementara sektor teknologi bergerak nyaris stagnan.

Hingga jeda siang, volume perdagangan di BEI mencapai 18,88 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp7,57 triliun. Sebanyak 330 saham menguat, 250 saham melemah, sedangkan 207 saham lainnya ditutup stagnan.

Dari sisi pergerakan harga, saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) memimpin kenaikan nominal dengan melonjak Rp4.125 menjadi Rp24.775 per saham atau naik 19,9 persen hingga menyentuh ARA menjelang stock split 1:25.

Sedangkan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) naik Rp325 menjadi Rp7.750 per saham, sedangkan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) menguat Rp275 menjadi Rp5.875 per saham.

Sebaliknya, saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menjadi penekan terbesar setelah anjlok Rp14.775 menjadi Rp183.900 per saham. PT Singaraja Putra Tbk (SINI) turun Rp650 menjadi Rp5.975 per saham, sementara PT Akasha Wira International Tbk (ADES) melemah Rp450 menjadi Rp33.675 per saham.

Dari sisi frekuensi perdagangan, saham PRDL menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan 250.220 kali transaksi senilai Rp369,8 miliar. Posisi berikutnya ditempati saham RANS dengan 171.686 kali transaksi senilai Rp630 miliar, disusul saham RAJA sebanyak 29.496 kali transaksi dengan nilai Rp145 miliar.

Saham Top gainers LQ45, Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) 11,35% ke Rp 2.060 per saham, Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) 6,81% ke Rp 1.960 per saham dan Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 4,52% ke Rp 3.930 per saham

Sedangkan Top losers LQ45, ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) 2,46% ke Rp 595 per saham, United Tractors Tbk (UNTR) 1,46% ke Rp 27.000 per saham dan Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) 1,10% ke Rp 1.345 per saham

Artikel Terkait

900 Juta Saham PKPK Berpindah Tangan, Ada Apa?

PT Paragon Karya Perkasa Tbk. (PKPK) mengumumkan telah terjadi transaksi penjualan seluruh kepemilikan saham milik PT Deli Putra Bangsa (DPB) di dalam perseroan.

Amman Mineral (AMMN) Sebut Rumor Dual Listing Bersifat Spekulasi

PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) memberikan klarifikasi atas pemberitaan media yang menyebut perseroan tengah bersiap melakukan dual listing di Bursa Hong Kong.

Direktur PGAS Tiba-Tiba Borong Saham Saat Harga Rp1.490 per Lembar

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), menyampaikan bahwa Eri Surya Kelana selaku Direktur telah melakukan pembelian saham pada 14 Juli 2026 sebagai bagian dari investasi pribadi.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru